Radja Nainggolan Ungkap Alasan Awalnya Tolak Bhayangkara FC, Ternyata Hanya Ingin Bela Persija atau Bali United
Radja Nainggolan mengaku awalnya hanya ingin bermain untuk Persija Jakarta atau Bali United di Indonesia, bukan Bhayangkara FC. Meski sempat menolak, ia akhirnya bergabung dengan Bhayangkara FC selama enam bulan dan menerima bayaran sekitar 400.000 euro atau setara Rp8 miliar.
Radja Nainggolan membuka cerita soal awal kariernya di sepak bola Indonesia. Dalam wawancara dengan media Belanda, Nieuwsblad, ia mengaku sebenarnya hanya tertarik membela Persija Jakarta atau Bali United, bukan Bhayangkara FC.
Pemain berusia 38 tahun itu mengisahkan rencananya pensiun pada 2023 setelah memperkuat SPAL di Serie B Italia. Namun, rencana tersebut berubah setelah mantan presiden Inter Milan yang kini menjabat Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengundangnya menjadi duta Piala Dunia U-17 2023.
Selama dua pekan di Indonesia, Radja mengunjungi sejumlah kota seperti Jakarta, Bandung, Solo, dan Surabaya. Ia mengaku menikmati keramahan masyarakat Indonesia. Setelah itu, ia mengaku sempat bingung dengan langkah kariernya berikutnya.
Kebingungan itu terjawab ketika ia menerima telepon yang menawarkan kesempatan bermain di Indonesia. Radja menyambut tawaran tersebut dengan senang hati, tetapi ia memiliki preferensi tersendiri. "Saya hanya ingin bermain di Jakarta atau Bali. Ternyata tim polisi negara, Bhayangkara FC, yang membutuhkan saya," ujarnya.
Meski awalnya tidak tertarik, Radja akhirnya menerima tantangan bergabung dengan Bhayangkara FC. Ia mengaku bayaran yang diterimanya di klub tersebut lebih besar dibandingkan saat membela SPAL. "Mereka menempatkan saya di sana selama setengah tahun. Penghasilan saya lumayan 400.000 euro atau setara Rp8 miliar dalam enam bulan," kata Radja.
Ia juga menyebut biaya hidup di Indonesia yang jauh lebih murah. "Untuk biaya hidup di sini, saya dibayar lebih dari sebelumnya. Anda membayar dua euro atau sekitar Rp40 ribu untuk sepiring besar nasi goreng," tuturnya.
Setelah Bhayangkara FC terdegradasi pada akhir musim, Radja memutuskan hengkang. Ia kemudian membela klub kasta kedua Liga Belgia, Lokeren Temse. Musim ini, ia memperkuat klub kasta kedua Belgia lainnya, Patro Eisden.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)