PT Semen Padang Gelontorkan Rp1,29 Miliar, 35 Program Warga di 12 Kelurahan Mulai Berjalan

PT Semen Padang menyalurkan dana tahap awal Rp1,29 miliar untuk 35 program pemberdayaan di 12 kelurahan dan Teluk Bayur melalui Forum Nagari dan KPS Saiyo Sakato. Program mencakup penguatan UMKM, peternakan, perikanan, pelatihan satpam, perbaikan infrastruktur, hingga beasiswa. Sekretaris Perusahaan Win Bernadino menegaskan keberhasilan program diukur dari kemampuan masyarakat mengelola dan menjaga keberlanjutan manfaatnya secara mandiri.

Oct 30, 2026 - 16:02
Updated: 1 day ago
0
PT Semen Padang Gelontorkan Rp1,29 Miliar, 35 Program Warga di 12 Kelurahan Mulai Berjalan
PT Semen Padang Gelontorkan Rp1,29 Miliar, 35 Program Warga di 12 Kelurahan Mulai Berjalan

PT Semen Padang kembali memperkuat komitmennya terhadap pemberdayaan masyarakat. Melalui dukungan pendanaan tahap awal senilai Rp1,29 miliar, sebanyak 35 program berbasis komunitas di 12 kelurahan dan kawasan Teluk Bayur mulai digulirkan.

Program tersebut dikelola melalui Forum Nagari dan Kelompok Pengelola Sumber Daya (KPS) Saiyo Sakato. Masyarakat dilibatkan langsung dalam merencanakan dan mengelola kegiatan sesuai kebutuhan serta potensi wilayah masing-masing. Pendekatan partisipatif dari bawah ke bawah ini diarahkan untuk memperkuat ekonomi, meningkatkan keterampilan kerja, memperbaiki infrastruktur, serta mendukung pendidikan dan kegiatan sosial budaya.

Di sektor ekonomi produktif, sejumlah program difokuskan pada pengembangan usaha masyarakat, mulai dari UMKM, pertanian, perikanan, hingga peternakan. Kelurahan Batu Gadang misalnya, memperoleh alokasi Rp112,1 juta untuk penguatan UMKM Kampung Seribu Keripik, bantuan operasional MIS Nurul Hidayah, serta pengembangan seni dan budaya lokal. Sementara Forum Nagari Banda Buek mengelola Rp111,93 juta untuk pengadaan bibit dan pakan ikan lele serta nila, budi daya ikan hias, penetasan telur ayam kampung, dan penguatan UMKM.

Pengembangan peternakan juga menjadi pilihan di sejumlah wilayah. Forum Nagari Koto Lalang mendapat alokasi Rp84,37 juta untuk budi daya itik petelur, pembangunan gudang inventaris, fasilitas WC kantor forum, dan kegiatan perlombaan PKK tingkat kota. Di Lambung Bukit, dana Rp104,36 juta diarahkan untuk pemberdayaan ayam kampung petelur dan pelatihan sertifikasi satpam bagi pemuda. Forum Nagari Limau Manis mengelola Rp87,75 juta untuk penggemukan sapi kurban, perlengkapan kesenian randai, dan pembuatan kincir air.

Program serupa juga dijalankan Forum Nagari Limau Manis Selatan dengan alokasi Rp104,62 juta yang mencakup pengembangan unit usaha Forum Minum Kopi, kelanjutan pembangunan gudang sampah, dan pelatihan satpam. Adapun Forum Nagari Padang Besi mengelola Rp112,22 juta untuk peternakan ayam petelur, penataan Semarak Pasar Pagi, pengadaan peralatan kongsi kematian RW II, serta pengecatan kantor LPM, Forum Nagari, dan PKK.

Selain usaha produktif, sejumlah program diarahkan untuk meningkatkan keterampilan kerja dan membuka peluang ekonomi bagi pemuda. Kelurahan Koto Lua memanfaatkan alokasi Rp87,52 juta untuk pelatihan satpam bagi pemuda produktif dan pengadaan perlengkapan drum band MTSS Limau Manis. Pelatihan satpam juga menjadi kegiatan Forum Nagari Pampangan Nan XX yang memperoleh Rp94,5 juta, sekaligus penyediaan sarana olahraga bola voli bagi remaja.

Pada bidang infrastruktur, Kelurahan Baringin mengalokasikan Rp112,5 juta untuk pembangunan turap penahan tanah guna mendukung penataan drainase irigasi dan mengurangi risiko erosi. Forum Nagari Tarantang mengelola Rp112,5 juta untuk pembangunan bak penampungan, pemasangan pipa irigasi sawah, perbaikan sarana air bersih PAMSIMAS, dan renovasi kantor forum. Sementara Kelurahan Indarung menggunakan Rp112,5 juta untuk pembangunan aula pertemuan warga dan beasiswa pendidikan bagi masyarakat di sepanjang jalur belt conveyor.

Dukungan infrastruktur dan pendidikan juga hadir melalui KPS Saiyo Sakato di Teluk Bayur. Dengan alokasi Rp61,87 juta, program yang dikelola meliputi perbaikan jalan dan riol permukiman serta bantuan paket perlengkapan sekolah bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang Win Bernadino menegaskan bahwa dukungan melalui Program Basinergi Mambangun Nagari (BMN) merupakan bagian dari upaya perusahaan memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi dan menjawab kebutuhan wilayahnya. Menurutnya, keberhasilan pemberdayaan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga kemampuan masyarakat mengelola program dan menjaga keberlanjutan manfaatnya.

"Keberhasilan pemberdayaan tidak diukur dari seberapa besar dana yang disalurkan, melainkan dari sejauh mana masyarakat mampu mengelola, menjaga keberlanjutan, dan merasakan manfaatnya secara mandiri. Forum Nagari menjadi wadah agar warga sendiri yang menentukan potensi dan solusi atas kebutuhan mereka," ujar Win.

Forum Nagari sendiri merupakan wadah yang mempertemukan lembaga sosial ekonomi masyarakat, Kerapatan Adat Nagari, dan pemangku kepentingan lainnya. Pembentukannya diprakarsai PT Semen Padang melalui kesepakatan deklarasi di Bukittinggi pada 31 Januari 2015. Melalui forum ini, masyarakat didorong mengidentifikasi kebutuhan, menyusun prioritas, dan mengelola kegiatan pemberdayaan dengan melibatkan pemerintah serta pemangku kepentingan terkait.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User