Peringatan Bahaya Mendadak di Makkah dan Jeddah, Arab Saudi Minta Warga Cari Tempat Aman
Badan pertahanan sipil Arab Saudi mengeluarkan peringatan potensi bahaya di Makkah, Jeddah, Taif, dan Yanbu pada Jumat (23/10). Warga diminta segera menuju tempat aman terdekat. Namun, peringatan itu dicabut beberapa menit kemudian tanpa penjelasan penyebabnya. Peringatan muncul di tengah serangkaian serangan Houthi terhadap infrastruktur minyak dan bandara Arab Saudi, termasuk serangan ke bandara Riyadh yang menewaskan 13 orang.
Badan pertahanan sipil Arab Saudi sempat mengeluarkan peringatan potensi bahaya di empat wilayah bagian barat negara itu pada Jumat (23/10). Wilayah yang disebut mencakup Makkah, lokasi kota suci umat Islam, serta Jeddah, kota besar di pesisir Laut Merah. Peringatan serupa juga berlaku untuk Taif yang berada dekat Makkah dan Yanbu, kawasan pesisir yang menjadi pusat industri minyak.
Dalam peringatan tersebut, badan pertahanan sipil meminta warga untuk segera menuju tempat aman terdekat. Instruksi itu disampaikan tanpa penjelasan rinci mengenai potensi ancaman yang mendasarinya. Tidak ada keterangan mengenai objek atau insiden tertentu yang memicu peringatan tersebut.
Namun, peringatan itu dicabut beberapa menit kemudian. Hingga peringatan ditarik, tidak ada penjelasan resmi mengenai penyebab pencabutan maupun alasan di balik munculnya peringatan awal.
Badan pertahanan sipil juga kembali mengingatkan masyarakat mengenai larangan hukum untuk membagikan gambar atau informasi terkait upaya penanggulangan rudal dan drone. Imbauan ini menjadi bagian dari peringatan yang disampaikan kepada publik.
Peringatan tersebut muncul di tengah situasi keamanan Arab Saudi yang dalam beberapa pekan terakhir berulang kali menghadapi serangan kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran. Serangan itu berlangsung saat perang saudara di Yaman kembali berkobar.
Kelompok Houthi berperang melawan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi dan diakui secara internasional. Dalam sejumlah serangannya, kelompok tersebut menargetkan infrastruktur minyak serta bandara di Arab Saudi.
Serangan terhadap bandara Riyadh pada awal bulan ini menewaskan 13 orang dan melukai puluhan lainnya. Insiden itu menjadi salah satu serangan yang menonjol dalam rangkaian konflik yang berlangsung.
Arab Saudi memimpin koalisi militer yang pertama kali turun tangan dalam konflik Yaman pada 2015. Perang tersebut telah menghancurkan berbagai wilayah di Yaman dan memicu salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.
Konflik itu sempat mereda setelah gencatan senjata pada 2022. Namun, perang kembali berkobar pada Juli ketika konflik yang lebih luas di Timur Tengah turut mengguncang kawasan tersebut.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)