Balita 2 Tahun Hilang 3 Hari Ditemukan Tewas di Sungai Sintoga, Kapolres Padang Pariaman Beri Peringatan Tegas

Seorang balita berusia 2 tahun di Padang Pariaman ditemukan meninggal di aliran Sungai Batang Tapakis setelah hilang selama tiga hari. Kapolres Padang Pariaman AKBP Riyana Purwasari menyampaikan duka cita dan mengimbau orang tua memperketat pengawasan anak, terutama di kawasan dekat sungai dan saluran air.

Oct 24, 2026 - 12:02
Updated: 1 day ago
0
Balita 2 Tahun Hilang 3 Hari Ditemukan Tewas di Sungai Sintoga, Kapolres Padang Pariaman Beri Peringatan Tegas
Balita 2 Tahun Hilang 3 Hari Ditemukan Tewas di Sungai Sintoga, Kapolres Padang Pariaman Beri Peringatan Tegas

Duka menyelimuti sebuah keluarga di Kabupaten Padang Pariaman setelah balita berusia 2 tahun yang sempat dinyatakan hilang akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di aliran Sungai Batang Tapakis, Korong Toboh Durian, Nagari Toboh Gadang Selatan, Sabtu (24/10/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Korban sebelumnya dilaporkan hilang sejak Kamis (22/10/2026) saat bermain di sekitar rumahnya. Karena pencarian mandiri oleh keluarga dan warga tidak membuahkan hasil, kejadian itu langsung dilaporkan ke pihak kepolisian.

Proses pencarian berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Tim gabungan yang terdiri dari personel Polres Padang Pariaman dan jajaran, Basarnas, BPBD Kabupaten Padang Pariaman, serta warga setempat menyisir sepanjang aliran Sungai Batang Tapakis.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil yang memilukan. Jasad korban ditemukan tersangkut di aliran sungai, berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi tempat tinggalnya. Petugas kemudian melakukan penanganan di lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan pihak terkait sebelum menyerahkan jenazah kepada keluarga.

Menanggapi peristiwa ini, Kapolres Padang Pariaman AKBP Riyana Purwasari menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi ujian berat tersebut.

AKBP Riyana menegaskan bahwa keselamatan anak-anak, khususnya balita, memerlukan pengawasan ekstra dan tidak boleh lepas dari jangkauan orang tua. Hal ini terutama berlaku bagi pemukiman warga yang berdekatan dengan area rawan bahaya seperti aliran sungai atau saluran air.

"Peristiwa ini menjadi pengingat yang sangat berharga bagi kita semua. Kami mengimbau dan mengetuk hati para orang tua agar senantiasa meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain di sekitar rumah. Jangan sampai anak-anak kita bermain tanpa pengawasan di area yang berpotensi membahayakan keselamatan, seperti sungai, saluran air, maupun tempat rawan lainnya," tegasnya.

Kasus ini menjadi perhatian serius bagi kepolisian setempat. Imbauan kepada orang tua diharapkan dapat mencegah terulangnya kejadian serupa, terutama di wilayah yang memiliki akses langsung ke aliran sungai dan saluran air.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User