Wali Kota Solok Ingatkan Generasi Muda: Jiwa Pemimpin Tak Lahir Instan, Mulai dari Organisasi

Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra menekankan pentingnya mempersiapkan jiwa kepemimpinan sejak dini melalui organisasi, disiplin belajar, dan nilai agama. Pesan itu disampaikannya saat berdialog dengan tiga santri Insan Cendekia Boarding School Payakumbuh dalam ICBS Fellowship Program 2026, di mana ia berbagi pengalaman karier dari HMI hingga memimpin Kota Solok.

Oct 24, 2026 - 12:02
Updated: 1 day ago
0
Wali Kota Solok Ingatkan Generasi Muda: Jiwa Pemimpin Tak Lahir Instan, Mulai dari Organisasi
Wali Kota Solok Ingatkan Generasi Muda: Jiwa Pemimpin Tak Lahir Instan, Mulai dari Organisasi

Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra menegaskan bahwa jiwa kepemimpinan tidak muncul begitu saja, melainkan harus dipupuk sejak usia muda. Hal ini disampaikannya saat menerima kunjungan tiga santri Insan Cendekia Boarding School (ICBS) Payakumbuh di ruang kerjanya, Senin (19/10/2026).

Dalam pertemuan yang merupakan bagian dari ICBS Fellowship Program 2026 itu, Ramadhani berbagi pengalaman perjalanan hidupnya kepada para santri. Program tersebut memang dirancang memberi kesempatan bagi pelajar untuk berdialog langsung dengan tokoh dan pemimpin daerah, sekaligus menimba ilmu tentang kepemimpinan dan pengabdian kepada masyarakat.

Kepada para santri, Ramadhani menuturkan bahwa keterlibatan dalam organisasi menjadi fondasi penting sebelum ia terjun ke dunia politik. Ia pernah dipercaya sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Solok, lalu terlibat di kepengurusan HMI tingkat provinsi hingga pusat.

Karier politiknya dimulai sebagai anggota DPRD Kota Solok periode 2014–2019 dan kembali menjabat pada 2019–2020. Setelah itu, ia mendampingi sebagai Wakil Wali Kota Solok periode 2021–2025, sebelum akhirnya terpilih menjadi wali kota untuk masa jabatan 2025–2030.

Menurut Ramadhani, pengalaman berorganisasi mengajarkan seseorang untuk memahami persoalan masyarakat, membangun komunikasi, bekerja sama, serta bertanggung jawab terhadap amanah. Kemampuan itu dinilainya sangat penting bagi generasi muda yang ingin mengambil peran dalam pembangunan daerah.

Namun, ia menekankan bahwa kontribusi tidak harus dimulai dengan langkah besar. Kesungguhan dalam belajar, disiplin, memanfaatkan waktu secara produktif, dan kemauan memperbaiki diri adalah langkah awal yang bisa dilakukan para pelajar.

"Fokuslah belajar dan manfaatkan waktu sebaik-baiknya. Belajarlah dari setiap proses, karena proses yang baik akan mengantarkan kita pada hasil yang baik. Jangan tinggalkan salat dan tetaplah menjaga nilai-nilai agama dalam kehidupan," pesan Ramadhani.

Melalui program tersebut, para santri diharapkan dapat memperluas wawasan tentang kepemimpinan dan terdorong untuk mulai berkontribusi positif di lingkungan masing-masing.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User