Rutan Padang Panjang Ambil Tiga Langkah Besar, Warga Binaan Kini Punya Jalan Baru untuk Berubah

Rutan Kelas IIB Padang Panjang meluncurkan PKBM, melantik pengurus Saka Pramuka Nara Abhipraya, dan menjalin kerja sama dengan PWI Kota Padang Panjang. Ketiga program ini bertujuan memperluas akses pendidikan, membentuk karakter, serta mempersiapkan warga binaan agar bisa kembali diterima di masyarakat setelah bebas.

Oct 24, 2026 - 12:02
Updated: 11 hours ago
0
Rutan Padang Panjang Ambil Tiga Langkah Besar, Warga Binaan Kini Punya Jalan Baru untuk Berubah
Rutan Padang Panjang Ambil Tiga Langkah Besar, Warga Binaan Kini Punya Jalan Baru untuk Berubah

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Padang Panjang mengambil langkah strategis dalam pembinaan warga binaan melalui tiga agenda yang digelar pada Jumat (23/10/2026). Ketiga agenda tersebut adalah peluncuran Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), pelantikan pengurus rintisan Satuan Karya (Saka) Pramuka Nara Abhipraya masa bakti 2026-2031, serta penjalinan kerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Padang Panjang.

Langkah ini disebut sebagai upaya memperluas akses pendidikan, membentuk karakter, dan menyiapkan warga binaan agar mampu beradaptasi kembali di tengah masyarakat usai menjalani masa pidana. Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra memberikan apresiasi atas inisiatif Rutan yang melibatkan berbagai pihak dalam pembinaan warga binaan. Menurutnya, kolaborasi semacam ini membuka ruang bagi warga binaan untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas hidup.

Allex menegaskan bahwa setiap orang berhak mendapat kesempatan untuk berubah dan menebus kesalahan di masa lalu. Pemerintah daerah, katanya, perlu mendukung program yang membantu warga binaan mengembangkan potensi dan menyiapkan masa depan. "Kehadiran PKBM menjadi langkah penting untuk membuka kesempatan bagi warga binaan dalam memperoleh pendidikan dan meningkatkan kualitas diri. Pemerintah Kota siap berkolaborasi untuk mendampingi program pembinaan tersebut," ujarnya.

Pada agenda kepramukaan, Ketua Harian Kwartir Cabang (Kwarcab) 12 Gerakan Pramuka Kota Padang Panjang, Maria Feronika Hendri, melantik Kepala Rutan Kelas IIB Padang Panjang Novri Abbas sebagai Ketua Majelis Pembimbing Saka Pramuka Nara Abhipraya. Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Barat Kunrat Kasmiri, Ketua DWP Rutan Kelas IIB Padang Panjang Dewi Nofyenti, Ketua PWI Kota Padang Panjang Suprianto, serta sejumlah pejabat dan undangan.

Kunrat Kasmiri menjelaskan bahwa pembentukan Saka Pramuka di lingkungan Rutan bertujuan memperkuat jiwa kebangsaan, kedisiplinan, dan karakter warga binaan. Ia mendorong pengurus segera menyusun kegiatan nyata, termasuk Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami), agar anggota dapat menerapkan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari. Kunrat juga mengapresiasi kerja sama Rutan dengan PWI karena dinilai dapat membantu masyarakat memahami proses pembinaan sekaligus mengurangi stigma negatif terhadap mantan warga binaan.

"Sinergi dengan insan pers dan kehadiran PKBM diharapkan memberikan semangat baru, keterampilan, ijazah kesetaraan, serta membantu mengikis stigma negatif masyarakat agar warga binaan dapat diterima kembali setelah bebas," kata Kunrat.

Sementara itu, Maria Feronika Hendri berharap Saka Pramuka Nara Abhipraya menjadi sarana pembentukan karakter bagi warga binaan. Nama Nara Abhipraya bermakna manusia yang memiliki harapan mulia. Ia berpesan agar pengurus memegang teguh Satya dan Darma Pramuka serta menjalankan organisasi dengan penuh tanggung jawab. Kwarcab 12 Kota Padang Panjang juga menyatakan siap mendukung kegiatan Saka Pramuka tersebut secara berkelanjutan.

Ketua PWI Kota Padang Panjang Supriyanto menjelaskan bahwa kerja sama dengan Rutan berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi mantan warga binaan yang kerap kehilangan arah dan merasa dikucilkan setelah kembali ke masyarakat. Padahal, selama menjalani pembinaan di Rutan, mereka telah memperoleh bekal keterampilan dan penguatan keagamaan untuk menjalani kehidupan setelah bebas. Menurut Supriyanto, pembinaan tersebut perlu diikuti penerimaan dan dukungan dari lingkungan sosial agar mantan warga binaan dapat menata kembali kehidupan mereka.

"PWI ingin hadir mengambil peran aktif untuk menghapus stigma negatif tersebut agar para warga binaan dapat kembali disambut dan dirangkul oleh masyarakat," jelasnya. Supriyanto mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi untuk menciptakan lingkungan yang terbuka dan mendukung reintegrasi sosial, sehingga mantan warga binaan memiliki kesempatan memperbaiki diri dan kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User