NASA Targetkan Astronot Kembali ke Bulan pada 2028, Pangkalan Permanen Mulai Dirancang

NASA menargetkan pendaratan kembali astronot Amerika di Bulan pada 2028 melalui misi Artemis IV. Bersama SpaceX dan Blue Origin, NASA menyederhanakan desain wahana pendarat dan menyiapkan pangkalan permanen di Bulan, dengan perlengkapan pendahulu sudah disiapkan sebelum kedatangan awak.

Oct 24, 2026 - 12:01
Updated: 8 hours ago
0
NASA Targetkan Astronot Kembali ke Bulan pada 2028, Pangkalan Permanen Mulai Dirancang
NASA Targetkan Astronot Kembali ke Bulan pada 2028, Pangkalan Permanen Mulai Dirancang

NASA memastikan ambisi mengembalikan manusia ke permukaan Bulan akan terwujud pada 2028. Rencana itu dijalankan melalui misi Artemis IV yang tidak sekadar mengulang sejarah pendaratan Apollo, tetapi juga menjadi langkah awal membangun pangkalan permanen di Bulan.

Pemimpin NASA, Jared Isaacman, menegaskan bahwa pihaknya tengah melaksanakan Kebijakan Antariksa Nasional Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menyelesaikan kembalinya astronot Amerika ke permukaan Bulan yang telah lama ditunggu-tunggu. Menurutnya, target 2028 itu sekaligus menjadi pintu masuk bagi pendirian Pangkalan Bulan.

Untuk merealisasikan misi tersebut, NASA menggandeng dua perusahaan swasta, yakni SpaceX milik Elon Musk dan Blue Origin milik Jeff Bezos. Kerja sama itu telah menghasilkan penyederhanaan desain serta perubahan konsep operasi wahana pendaratan berawak ke Bulan.

Isaacman menekankan NASA tidak tinggal diam menunggu seluruh komponen disatukan. Ia merujuk pada keberhasilan Apollo pada dekade 1960 hingga 1970-an sebagai dasar yang terbukti, dengan Space Launch System dan Orion sebagai fondasi, ditambah dua wahana pendarat bulan yang sedang dikembangkan bersama Blue Origin dan SpaceX.

"NASA bersemangat, kemampuan inti kami sedang dibangun kembali, bengkel mesin kami beroperasi 24 jam sehari dan tujuh hari sepekan, dan para ahli kami berada di lapangan untuk menangani jalur kritis," ujar Isaacman seperti dikutip dari siaran pers di situs NASA.

Sebelum misi berawak dilaksanakan, Blue Origin dan SpaceX diwajibkan menjalankan misi demonstrasi tanpa awak menggunakan wahana pendaratan berawak mereka. NASA kemudian akan mensertifikasi sistem pendaratan tersebut guna memastikan keselamatan dan keberhasilan misi.

Perlengkapan pendahulu juga telah didaratkan lebih dulu di Bulan. Dengan begitu, ketika astronot Amerika kembali menapakkan kaki pada 2028, kendaraan penjelajah dan elemen pertama kehadiran permanen manusia di Bulan sudah menunggu mereka.

Pada misi berawak Artemis, astronot akan meluncur dengan pesawat ruang angkasa Orion milik NASA di atas roket SLS dari Pusat Luar Angkasa Kennedy, Florida. Sistem pendaratan manusia komersial akan terhubung dengan Orion sebelum membawa dua awak ke permukaan Bulan, sementara dua astronot lainnya tetap berada di dalam Orion.

Untuk pendaratan pertama, NASA menargetkan setidaknya dua jam bagi para astronot berjalan di permukaan Bulan atau moonwalks. Dalam kesempatan itu, mereka juga ditugaskan mengambil sampel dari permukaan Bulan. Misi Artemis sendiri berjalan setelah awal tahun ini NASA memutakhirkan kontrak dengan Blue Origin dan SpaceX terkait sistem pendaratan manusia dan pengiriman kargo besar ke Bulan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User