Pendapatan Indosat Naik 11 Persen, Bisnis AI Cloud Tembus USD50 Juta dan Incar USD100 Juta
Indosat Ooredoo Hutchison membukukan pendapatan Rp45,8 triliun pada sembilan bulan pertama 2026, tumbuh 11 persen secara tahunan. Laba bersih naik 37,2 persen menjadi Rp4,9 triliun. Bisnis AI Cloud mencatat pendapatan USD50 juta, melampaui capaian sepanjang 2025 sebesar USD28 juta, dengan proyeksi mencapai USD100 juta hingga akhir 2026.
PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison/IOH) mencatat kinerja positif pada sembilan bulan pertama 2026. Pendapatan perusahaan mencapai Rp45,8 triliun atau tumbuh 11 persen secara year-on-year (YoY), ditopang bisnis inti telekomunikasi yang tetap solid sekaligus menjadi fondasi perluasan bisnis kecerdasan buatan (AI).
Selain pendapatan, Indosat membukukan EBITDA Rp21,1 triliun. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 37,2 persen menjadi Rp4,9 triliun. Capaian ini memperkuat posisi Indosat sebagai salah satu perusahaan telekomunikasi dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara, seiring akselerasi transformasi menjadi AI TechCo.
Penguatan bisnis inti telekomunikasi didorong strategi AI hyper-personalization berbasis data. Pendekatan itu digunakan untuk menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih relevan, mengoptimalkan monetisasi, dan menjaga pertumbuhan berkelanjutan. Hasilnya, Average Revenue Per User (ARPU) seluler gabungan naik 16,5 persen secara tahunan menjadi Rp46.000, sementara trafik data meningkat 16 persen menjadi 14.829 petabyte.
President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menegaskan bisnis inti telekomunikasi menjadi fondasi utama transformasi perusahaan. Menurutnya, fokus perusahaan tetap pada peningkatan pengalaman pelanggan, penguatan monetisasi, serta optimalisasi investasi pada jaringan dan spektrum.
"Bisnis inti telekomunikasi yang kuat merupakan fondasi utama transformasi kami. Fokus kami tetap pada peningkatan pengalaman pelanggan, penguatan monetisasi, serta mengoptimalkan investasi pada jaringan dan spektrum. Kekuatan finansial inilah yang memungkinkan kami untuk berinvestasi pada fase pertumbuhan berikutnya," kata Vikram Sinha.
Dari sisi bisnis AI, pendapatan Indosat AI Cloud mencapai USD50 juta selama sembilan bulan pertama 2026. Angka itu melampaui pendapatan sepanjang 2025 yang sebesar USD28 juta. Indosat memperkirakan pendapatan AI Cloud dapat menyentuh USD100 juta hingga akhir 2026, mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap komputasi AI dan layanan cloud.
Untuk memperluas bisnis, Indosat mengembangkan ekosistem AI full-stack yang mengintegrasikan konektivitas, infrastruktur fiber, pusat data, kapasitas komputasi, model AI, hingga aplikasi untuk kebutuhan perusahaan. Salah satu fondasinya adalah jaringan fiber sepanjang 86.000 kilometer milik RAIA Grid, sementara Zankore by Indosat mengembangkan infrastruktur AI generasi berikutnya dengan ambisi jangka panjang mencapai kapasitas 1 gigawatt (GW).
Indosat juga menghadirkan Indosat Intelligence Suite melalui kemitraan strategis dengan F5. Solusi ini menyediakan akses terkelola terhadap model dan infrastruktur AI melalui satu lapisan terintegrasi, sehingga perusahaan dapat mengelola penggunaan AI, mengendalikan biaya, dan memperluas adopsi teknologi secara terukur. Indosat menyebut sejumlah perusahaan teknologi global mulai menjadi pelanggan.
Melalui kombinasi bisnis inti telekomunikasi yang kuat dan pengembangan ekosistem AI terintegrasi, Indosat berkomitmen mendorong pertumbuhan berkelanjutan, mendukung kemajuan pelaku usaha di Indonesia, serta memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi digital regional dan global.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)