Bahlil Temui Prabowo di Istana, Bahas 11 Ribu Desa Belum Berlistrik hingga Pabrik Baterai CATL
Menko Hilirisasi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta. Pertemuan membahas sekitar 11 ribu desa dan dusun yang belum berlistrik, rencana peresmian proyek listrik desa di Sulawesi, serta kesiapan peresmian pabrik baterai CATL-Antam yang sudah mulai produksi.
Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi yang juga menjabat Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mendatangi Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (29/10). Usai pertemuan, Bahlil membeberkan sejumlah agenda yang dibicarakan dengan kepala negara, mulai dari persoalan listrik desa hingga perkembangan industri baterai.
Salah satu topik utama yang dibahas adalah kondisi kelistrikan di wilayah pedesaan. Menurut Bahlil, masih ada sekitar 11 ribu desa dan dusun di Indonesia yang belum menikmati aliran listrik. "Tadi kita bahas tentang beberapa perkembangan terkait dengan listrik desa. Kita tahu bahwa listrik desa, desa-desa dan dusun kita ini kan kurang lebih sekitar hampir 11 ribu yang belum ada listriknya," ujarnya.
Bahlil menyampaikan bahwa Prabowo akan meresmikan sejumlah titik proyek listrik desa dalam waktu dekat. Lokasi peresmian kemungkinan besar berada di Sulawesi. "Kemungkinan besar kita akan lakukan di Sulawesi. Jadi ada sekitar 1.400, 13 titik yang akan diresmikan dalam waktu dekat ini," kata Bahlil.
Selain soal listrik desa, Bahlil juga melaporkan kepada Prabowo mengenai kesiapan peresmian pabrik baterai hasil kerja sama antara CATL dan Antam. Menurutnya, pabrik tersebut akan segera diresmikan karena proses produksi sudah berjalan.
Bahlil menjelaskan bahwa saat ini sudah ada tiga pabrik baterai mobil yang beroperasi di Indonesia. "Satu yang punya Hyundai, yang awal 10 giga, kemudian satunya juga yang kemarin diresmikan di Halmahera ini yang dilakukan oleh investor dari China. Yang ketiga CATL kerja sama dengan Antam yang akan diresmikan oleh Bapak Presiden," tuturnya.
Dengan keberadaan tiga pabrik tersebut, Bahlil menegaskan bahwa ekosistem baterai mobil di Indonesia kini telah terintegrasi. Rantai produksinya mencakup sektor pertambangan, smelter, HPAL, prekursor, katoda, hingga battery cell.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)