Pemilu Israel Memanas: Netanyahu dan Eisenkot Sama-Sama Tak Kantongi Mayoritas Kursi

Hasil exit poll Pemilu Israel menunjukkan blok Benjamin Netanyahu dan kubu oposisi Gadi Eisenkot sama-sama gagal meraih mayoritas kursi Knesset. Blok Netanyahu diproyeksikan 53 kursi, sementara kubu oposisi 67 kursi namun terpecah. Partai Likud tetap menjadi partai tunggal terbesar, sedangkan Partai Yashar pimpinan Eisenkot meraih 21 kursi dan butuh dukungan partai Arab. Hasil resmi masih menunggu penghitungan dan Presiden Isaac Herzog akan memulai konsultasi pembentukan pemerintahan.

Oct 29, 2026 - 00:02
Updated: 1 day ago
0
Pemilu Israel Memanas: Netanyahu dan Eisenkot Sama-Sama Tak Kantongi Mayoritas Kursi
Pemilu Israel Memanas: Netanyahu dan Eisenkot Sama-Sama Tak Kantongi Mayoritas Kursi

Hasil exit poll terbaru Pemilu Israel menunjukkan tidak ada pemenang mutlak. Blok yang dipimpin Perdana Menteri petahana Benjamin Netanyahu maupun kubu oposisi di bawah Gadi Eisenkot sama-sama belum mencapai suara mayoritas untuk membentuk pemerintahan.

Berdasarkan penghitungan 90 persen suara, media Israel Channel 12 dan Ynet memproyeksikan blok Netanyahu hanya memperoleh 53 kursi di parlemen Knesset. Angka ini menurun jauh dibandingkan koalisi 68 kursi yang berhasil dikumpulkan Netanyahu pada periode sebelumnya.

Meski begitu, Partai Likud yang dipimpin Netanyahu tetap diprediksi menjadi partai tunggal terbesar. Sementara itu, partai-partai yang menantang Netanyahu secara kolektif diproyeksikan meraih 67 kursi, tetapi suara mereka terpecah ke dalam kelompok kanan, kiri, dan tengah, serta terbelah antara partai-partai Yahudi dan partai-partai Arab.

Partai Yashar pimpinan Eisenkot menjadi partai terbesar di kubu oposisi dengan proyeksi 21 kursi. Namun untuk membentuk pemerintahan, Eisenkot harus menggandeng partai-partai Arab yang diproyeksikan meraih 19 kursi di Knesset.

Perlu dicatat, hasil exit poll masih bersifat proyeksi dan bisa berubah selama proses penghitungan serta penetapan suara resmi yang biasanya memakan waktu beberapa hari. Setelah hasil resmi ditetapkan, proses pembentukan pemerintahan akan beralih ke tangan Presiden Israel Isaac Herzog.

Presiden akan memulai putaran konsultasi dengan setiap partai terpilih untuk mengajukan kandidat perdana menteri pilihan mereka. Berdasarkan rekomendasi tersebut, presiden kemudian menugaskan satu kandidat untuk membentuk pemerintahan, dan kandidat itu tidak harus berasal dari partai terbesar.

Dalam pidatonya di markas besar Likud di Yerusalem, Netanyahu berterima kasih kepada para pemilih atas kepercayaan yang kembali diberikan. Namun ia belum menyatakan kemenangan mutlak. Menurutnya, Likud adalah partai terbesar di Israel dan blok sayap kanan memiliki mayoritas jelas di kalangan publik Zionis dan Yahudi.

"Kita harus membentuk pemerintahan nasional sayap kanan yang kuat. Israel tidak boleh dibiarkan terancam oleh pemerintahan yang bergantung pada partai-partai Arab anti-Zionis," kata Netanyahu.

Di sisi lain, Eisenkot juga tidak mengklaim kemenangan saat berbicara di markas pemenangannya di Tel Aviv. Ia justru menegaskan bahwa rakyat Israel telah memberikan suara untuk menolak Netanyahu. "Kita telah mencetak sejarah! Publik telah memilih perubahan. Koalisi yang gagal ini telah kehilangan kepercayaan rakyat. Publik Israel telah menyatakan sikap menolak Netanyahu untuk terus menjabat sebagai PM Israel," ujar Eisenkot.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User