Partai Berkuasa Serbia Tumbang, Gerakan Mahasiswa Student List Kuasai Parlemen
Gerakan mahasiswa dan Gen Z Serbia, Student List, memenangi pemilihan legislatif berdasarkan hitung cepat dan berpotensi memerintah sendiri. Kemenangan ini mengakhiri dominasi Partai Progresif Serbia (SNS) sejak 2012 dan membuka jalan bagi Student List untuk bersaing di pemilihan presiden Desember 2026, meski tantangan membangun pemerintahan masih menanti.
Gerakan politik yang digerakkan mahasiswa dan Generasi Z di Serbia, Student List, mencuri perhatian setelah memenangi pemilihan legislatif berdasarkan hasil hitung cepat pada Minggu (25/10). Pemungutan suara berlangsung di tengah gelombang demonstrasi yang sudah berbulan-bulan mengguncang negara itu.
Pemilihan ini digelar setelah Presiden Aleksander Vucic mengundurkan diri pada September lalu akibat tekanan demonstrasi berkepanjangan. Kini Serbia dipimpin pelaksana presiden Ana Brnabic, yang juga menjabat ketua parlemen. Konstitusi Serbia membatasi masa jabatan presiden maksimal dua periode, sehingga Vucic mengumumkan pencalonan diri sebagai perdana menteri dalam pemilihan kali ini. Calon perdana menteri sendiri diusulkan oleh presiden.
Karena Vucic mundur dari kursi presiden, konstitusi mewajibkan pemilihan presiden digelar tiga bulan setelah pengunduran diri, yang berarti jatuh pada Desember 2026. Kemenangan Student List di parlemen disebut akan semakin memperkuat kepercayaan diri gerakan itu untuk menghadapi pemilihan presiden mendatang.
Hingga kini belum ada nama resmi yang diumumkan komite pemilihan presiden Serbia. Namun sejumlah laporan menyebut dua kandidat kuat dari Student List, yakni mantan atlet bola basket Dejan Bodiraga dan Rektor Universitas Belgrade Vladan Dokic. Dari kubu SNS, nama yang muncul antara lain ketua partai Milos Vucevic, Ana Brnabic, dan Vladan Petrov. Jika kandidat SNS menang di pemilihan presiden, Student List akan menghadapi jalan terjal selama berada di pemerintahan dan Serbia berpotensi menghadapi tantangan politik baru.
Analis politik luar negeri di Euronews, Ljubisa Ivanovic, menilai kemenangan Student List bukan sekadar pergantian pemerintah, melainkan keruntuhan tatanan politik yang mendefinisikan Serbia sejak 2012. Sejak Partai Progresif Serbia (SNS) berkuasa, Vucic dan blok politiknya menjalankan dominasi total atas kehidupan politik Serbia, mengendalikan cabang eksekutif, menikmati mayoritas besar di parlemen, mendominasi politik lokal, dan sebagian besar menentukan batas-batas persaingan politik.
"Selama lebih dari satu dekade, partai-partai oposisi berulang kali mencoba mematahkan dominasi tersebut, tetapi gagal," kata Ivanovic dalam kolom opini yang dirilis Euronews. Namun SNS justru dikalahkan Student List, gerakan yang berawal dari protes tragedi kanopi runtuh di stasiun pada November 2024.
Menurut Ivanovic, gerakan mahasiswa berhasil menyatukan berbagai bentuk ketidakpuasan, mulai dari tuntutan akuntabilitas kelembagaan dan supremasi hukum hingga seruan perubahan politik yang lebih luas. Fakta bahwa tidak ada partai kecil lain yang berhasil melewati ambang batas elektoral tiga persen membuat hasil pemilihan parlemen semakin dramatis. "Lanskap partai tradisional Serbia secara efektif telah lenyap di antara dua kekuatan politik dominan: Daftar Mahasiswa dan SNS," ujarnya.
Ivanovic menambahkan Student List tak hanya menjadi kekuatan politik terbesar, tetapi juga menang cukup kursi untuk memerintah sendiri. Meski begitu, ia mengingatkan tantangan yang lebih berat, yakni mengubah lembaga protes menjadi lembaga politik yang berfungsi. Student List harus membentuk pemerintahan, membangun kembali institusi, membangun struktur politik sendiri, serta merumuskan kebijakan ekonomi, urusan luar negeri, integrasi Eropa, kebijakan sosial, dan supremasi hukum. "Kemenangan ini bersejarah. Namun, kemenangan bersejarah sering kali menandai awal dari fase yang paling sulit. Sementara itu, bagi SNS, ini jauh lebih dari sekadar kehilangan pemerintahan," ungkap Ivanovic.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)