BGN Bantah 400 Siswa Keracunan MBG di Bogor, Sebut Hanya 13 Orang Masih Diobservasi

Badan Gizi Nasional meluruskan kabar 400 siswa keracunan MBG di Dramaga, Bogor. Juru Bicara BGN Tysa Novenny menyebut jumlah yang masih diobservasi hanya 13 orang dari total 2 ribu penerima manfaat. Insiden diduga dipicu bumbu kacang pada menu sate, dan SPPG penyedia menu telah disuspensi. Bupati Bogor Rudy Susmanto memastikan sebagian besar siswa sudah dipulangkan dan biaya pengobatan ditanggung pemerintah daerah.

Oct 27, 2026 - 16:02
Updated: 1 day ago
0
BGN Bantah 400 Siswa Keracunan MBG di Bogor, Sebut Hanya 13 Orang Masih Diobservasi
BGN Bantah 400 Siswa Keracunan MBG di Bogor, Sebut Hanya 13 Orang Masih Diobservasi

Badan Gizi Nasional (BGN) angkat bicara soal kabar ratusan siswa SMP di Dramaga, Bogor, Jawa Barat, yang disebut keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Juru Bicara BGN Tysa Novenny menegaskan jumlah siswa yang terdampak bukan 400 orang seperti yang ramai diberitakan sejumlah media.

"Soal peristiwa yang berdampak terhadap kesehatan di Bogor tersebut, kami ingin klarifikasi bahwa jumlah korbannya tidak 400 orang seperti yang diberitakan oleh sejumlah media. Yang benar adalah, sampai dengan sore hari ini, jumlah korban atau kita menyebutnya mereka yang terdampak dan masih dalam observasi, itu sebanyak 13 orang," ujar Tysa kepada CNNIndonesia.com, Selasa (27/10).

Data tersebut, kata Tysa, diperoleh dari tim lapangan yang terdiri dari BGN Pusat, Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG), serta tim asistensi. Menurutnya, para siswa menyantap menu MBG pada Senin (26/10) siang, bukan Selasa. Keluhan diare baru muncul pada Selasa dini hari.

Tysa lantas menjelaskan asal muasal angka 400. Pada Selasa pagi, guru di sekolah tersebut mengumpulkan siswa yang mengonsumsi MBG sehari sebelumnya untuk ditanya apakah merasakan sakit perut. Sebanyak 400 siswa mengaku merasakan sakit perut, sehingga mereka semua dibawa ke rumah sakit terdekat.

"Dari siswa tersebut ketika ditanya, mereka mungkin ada rasa seperti psikosomatis ya, ada yang ditanyakan ada rasa sakit perut enggak? Akhirnya 400 orang bilang kayaknya saya sakit perut. Nah, kemudian 400-nya itu dibawa ke rumah sakit terdekat," jelas Tysa.

Dari 400 orang yang dipantau, sebanyak 40 orang sempat membutuhkan observasi lanjutan hingga siang hari. Namun hingga sore hari, jumlah siswa yang masih menjalani observasi tersisa 13 orang. Tysa menegaskan BGN tidak mengecilkan peristiwa yang berdampak pada kesehatan penerima manfaat tersebut.

"Kami tentu tidak mengecilkan peristiwa yang berdampak terhadap kesehatan para penerima manfaat itu, tapi dari data yang kami dapatkan, saat ini ada 13 orang yang masih diobservasi di rumah sakit terdekat dari total 2 ribu lebih penerima manfaat dari dua sekolah di Dramaga, di Bogor," ujarnya.

Berdasarkan informasi sementara, insiden tersebut diduga dipicu oleh bumbu kacang pada menu sate. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku penyedia menu MBG itu pun telah dikenakan suspensi.

Sementara itu, Bupati Bogor Rudy Susmanto menyatakan sebagian besar siswa SMP yang sempat keracunan sudah dipulangkan karena kondisi mereka membaik. "Alhamdulillah, kondisi para siswa berangsur membaik dan stabil bahkan akan dipulangkan," kata Rudy, Selasa (27/10).

Rudy menyebutkan para siswa sebagian besar ditangani tim kesehatan Puskesmas Cangkurawok, dan sejumlah orang sempat dirujuk ke beberapa rumah sakit. Ia memastikan seluruh biaya pengobatan ditanggung Pemerintah Kabupaten Bogor, baik di rumah sakit pemerintah, Puskesmas, maupun rumah sakit swasta yang menjadi rujukan Puskesmas Cangkurawok.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User