Kubu Gadi Eisenkot Tuding Ada Manipulasi Suara di TPS Israel, Minta Pengaduan Resmi

Partai Yashar yang dipimpin Gadi Eisenkot menuding adanya dugaan manipulasi dan pencurian surat suara di sejumlah TPS Israel. Mereka akan mengajukan pengaduan resmi ke Komite Pemilihan Umum Pusat. Sementara itu, Partai Likud Netanyahu dilaporkan mengerahkan tim untuk memantau dan merekam pemilih di kota-kota mayoritas Arab Israel.

Oct 27, 2026 - 16:02
Updated: 1 day ago
0
Kubu Gadi Eisenkot Tuding Ada Manipulasi Suara di TPS Israel, Minta Pengaduan Resmi
Kubu Gadi Eisenkot Tuding Ada Manipulasi Suara di TPS Israel, Minta Pengaduan Resmi

Pemilu Israel pada Selasa (27/10) diwarnai tuduhan kecurangan. Gadi Eisenkot, rival terkuat Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, melalui Partai Yashar yang dipimpinnya, mengeklaim adanya dugaan manipulasi dan pencurian surat suara di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS).

Partai Yashar menyatakan telah menerima laporan mengenai dugaan pelanggaran tersebut dari berbagai wilayah di Israel. Mereka juga menyoroti antrean panjang yang terjadi di sejumlah TPS yang banyak didatangi pendukung Yashar. Menurut partai itu, ada alasan untuk menduga situasi tersebut sengaja diciptakan.

"Kami akan segera mengajukan pengaduan resmi kepada Komite Pemilihan Umum Pusat," kata Partai Yashar melalui unggahan di platform X, seperti dikutip Al Jazeera. Partai tersebut juga mengajak masyarakat terus melaporkan setiap dugaan pelanggaran selama pemungutan suara berlangsung hingga pukul 22.00 waktu lokal.

"Kami tidak akan membiarkan siapa pun menggagalkan perubahan yang kami perjuangkan," tegas Yashar dalam pernyataannya.

Di sisi lain, warga Arab Israel yang merupakan keturunan Palestina melaporkan pengalaman tidak biasa. Partai Likud pimpinan Netanyahu disebut mengerahkan sejumlah tim untuk merekam warga Palestina berkewarganegaraan Israel saat memberikan suara di luar TPS.

Laporan media Israel, Haaretz, menyebut Likud telah mengeluarkan jutaan shekel untuk merekrut dan membayar petugas yang memantau TPS di kota-kota dengan mayoritas penduduk Arab Israel. Petugas tersebut bertugas merekam para pemilih dan melaporkan perkembangan secara langsung ke markas partai.

Sebanyak 7,3 juta orang di Israel berhak memberikan suara dalam pemilu kali ini, termasuk 1,2 juta warga Palestina yang berkewarganegaraan Israel atau biasa disebut warga Arab Israel. Mereka adalah keturunan Palestina yang bertahan setelah perang Arab-Israel 1948, yang menjadi awal berdirinya Israel sebagai negara. Lebih dari 700 ribu warga Palestina saat itu terusir dari wilayah mereka.

Sementara itu, sekitar tiga juta warga Palestina dewasa di Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur yang diduduki tidak memiliki hak suara dalam pemilu ini. Militer Israel juga menyatakan seluruh perlintasan darat antara Israel dan Tepi Barat ditutup selama pemungutan suara berlangsung.

Pemilu Israel tahun ini menjadi yang pertama digelar sejak agresi militer besar-besaran ke Jalur Gaza pada 2023, yang dipicu serangan Hamas pada 7 Oktober. Pemilu ini juga berlangsung saat Israel terus mendapat kritik dan kehilangan dukungan dari sejumlah negara Barat akibat agresinya ke Palestina.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User