Netanyahu Tuding Oposisi Manfaatkan Partai Arab, Suara Likud Hanya Unggul Tipis

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menuduh partai oposisi mengandalkan dukungan partai Arab Israel untuk membentuk pemerintahan. Sementara itu, Likud hanya unggul tipis dari Yashar dalam hitung cepat Pemilu Israel. Partai Arab diproyeksikan meraih 18 kursi di Knesset berkat lonjakan partisipasi pemilih Arab hingga 80 persen.

Oct 28, 2026 - 08:02
Updated: 2 days ago
0
Netanyahu Tuding Oposisi Manfaatkan Partai Arab, Suara Likud Hanya Unggul Tipis
Netanyahu Tuding Oposisi Manfaatkan Partai Arab, Suara Likud Hanya Unggul Tipis

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melontarkan tuduhan kepada partai-partai oposisi yang dinilainya berupaya mengandalkan dukungan partai Arab Israel untuk membentuk pemerintahan. Tudingan itu muncul saat partainya, Likud, terus bersaing ketat dengan rival utamanya, Partai Yashar yang dipimpin mantan panglima militer Gadi Eisenkot, dalam penghitungan cepat Pemilu Israel pada Selasa (27/10).

Dalam pernyataannya, Netanyahu menegaskan bahwa Israel tidak boleh membiarkan partai-partai Palestina-Israel memperbesar suara mereka di parlemen. Menurutnya, Israel membutuhkan mayoritas Zionis yang bersatu. Ia pun menuduh partai-partai Arab tersebut menentang keberadaan Israel.

Netanyahu juga menyerang lawan politiknya yang dianggap melemahkan posisi tentara Israel dan mengabdi pada kepentingan musuh. "Bagaimana mungkin kalian membentuk koalisi dengan mereka? Ini memalukan dan tidak seharusnya terjadi," ujarnya seperti dikutip Al Jazeera.

Berdasarkan hitung cepat sementara, Likud menyalip perolehan suara Yashar dengan keunggulan tipis, yakni 52 persen berbanding 49 persen. Meski demikian, hasil resmi diperkirakan baru keluar dalam beberapa minggu ke depan.

Sementara itu, partai-partai Arab Israel diproyeksikan meraih 18 kursi di Knesset dari total 120 kursi. Proyeksi ini muncul setelah tingkat partisipasi pemilih Arab Israel melonjak ke level tertinggi dalam beberapa dekade terakhir, mencapai sekitar 80 persen menurut laporan Channel 12 Israel. Angka tersebut melampaui rekor pada 1999.

Data exit poll menunjukkan dua partai utama yang dipimpin warga Arab, Joint List dan Ra'am, diperkirakan akan menguasai kursi terbanyak sepanjang sejarah mereka di Knesset. Dari total sekitar 7,3 juta pemilih, sebanyak 2,1 juta jiwa atau sekitar 20 persen populasi Israel adalah warga Arab Israel.

Warga Arab Israel merupakan keturunan Palestina yang bertahan setelah perang Arab-Israel 1948. Mereka yang terusir menetap di Tepi Barat, Gaza, dan kamp pengungsi di negara sekitar, sedangkan yang bertahan di Israel mendapatkan kewarganegaraan dan hak sebagai warga negara.

Meski penghitungan suara belum rampung, Netanyahu sudah mengklaim kemenangan. Ia menyatakan Likud adalah partai terbesar dan menyerukan pembentukan pemerintahan nasional sayap kanan. "Apa yang kita lihat adalah Partai Likud merupakan partai terbesar dan tidak ada yang bisa menandingi kami. Hal kedua yang juga jelas adalah blok sayap kanan memiliki mayoritas. Dan mayoritas itu sangat meyakinkan," kata Netanyahu di hadapan pendukungnya di Yerusalem.

Netanyahu juga menyebarkan pernyataan di media sosial mengenai antrean panjang pemilih di komunitas Arab, termasuk gambar perempuan bercadar niqab yang menunggu giliran memilih. Ia memperingatkan, "Jika kita tidak segera sadar, kita akan mendapati diri kita memiliki pemerintahan Mansour Abbas dan Ahmad Tibi," merujuk pada dua pemimpin partai Arab Israel. Ia pun menuduh sejumlah stasiun televisi Israel berupaya menghalangi pendukungnya dengan menayangkan proyeksi keunggulan oposisi. Jika Likud menang, Netanyahu berpeluang bertahan sebagai perdana menteri dan menandai hampir dua dekade kekuasaannya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User