BMKG Ungkap Alasan Prakiraan Cuaca Cerah Bisa Meleset dan Hujan Tiba-tiba Turun

BMKG menjelaskan prakiraan cuaca bisa meleset karena dinamika atmosfer berubah tidak menentu. Perbedaan kecil pada kondisi awal atmosfer berpotensi menghasilkan prediksi berbeda. Selain itu, infografis cuaca hanya menampilkan kondisi paling signifikan di suatu wilayah, sehingga prakiraan untuk satu kota belum tentu berlaku untuk seluruh area.

Oct 28, 2026 - 08:02
Updated: 18 hours ago
0
BMKG Ungkap Alasan Prakiraan Cuaca Cerah Bisa Meleset dan Hujan Tiba-tiba Turun
BMKG Ungkap Alasan Prakiraan Cuaca Cerah Bisa Meleset dan Hujan Tiba-tiba Turun

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap alasan di balik prakiraan cuaca yang kadang tidak sesuai kenyataan. Fenomena hujan tiba-tiba turun padahal prakiraan cerah, atau sebaliknya hujan yang tak kunjung datang, ternyata disebabkan oleh dinamika atmosfer yang berubah secara tidak menentu.

BMKG menjelaskan bahwa prakiraan cuaca dibuat menggunakan model cuaca, yakni perhitungan matematis yang menjadi representasi tiruan atau simulasi kondisi atmosfer ke depan. Data kondisi awal atmosfer dikumpulkan dari berbagai alat pengukuran, seperti termometer untuk suhu udara, barometer untuk tekanan udara, higrometer untuk kelembapan, anemometer untuk kecepatan dan arah angin, pluviometer untuk curah hujan, serta satelit dan radar cuaca di sejumlah wilayah.

Namun, pada periode yang diprakirakan, kondisi atmosfer bisa berubah dari kondisi awal yang diamati. Perubahan inilah yang membuat cuaca sebenarnya tidak sesuai dengan hasil prediksi. "Perbedaan kecil pada kondisi awal atmosfer berpotensi menghasilkan prakiraan cuaca yang berbeda," kata BMKG dalam unggahannya di Instagram, Minggu (25/10).

BMKG menganalogikan kondisi tersebut seperti dua bola yang ditendang dari posisi sama ke arah berlawanan. Satu bola ke kanan dan lainnya ke kiri, sehingga posisi akhir keduanya akan semakin jauh berbeda seiring bola melaju dari titik awal. Hal serupa berlaku pada dinamika atmosfer. Meski kondisi awal menunjukkan tanda cuaca cerah atau hanya berawan, perubahan yang terjadi seiring waktu bisa membuat wilayah tersebut mengalami hujan.

Selain faktor dinamika atmosfer, infografis prakiraan cuaca BMKG hanya menampilkan cuaca paling signifikan di suatu wilayah. Prakiraan untuk satu kabupaten atau kota juga belum tentu berlaku untuk seluruh wilayah tersebut. Bisa saja suatu daerah diprediksi hujan, tetapi hujan hanya terjadi di sebagian wilayah, sementara bagian lain tidak mengalaminya.

Kondisi sebaliknya juga bisa terjadi. Suatu daerah diprediksi cerah, namun sebagian wilayahnya justru diguyur hujan. BMKG mencontohkan, jika sebagian besar wilayah Balikpapan berawan tetapi sebagian lain berpotensi hujan, maka ikon cuaca yang ditampilkan adalah ikon hujan. "Jadi, belum tentu seluruh Balikpapan akan hujan," jelas BMKG.

Dengan demikian, prakiraan cuaca perlu dipahami sebagai gambaran umum kondisi atmosfer yang dinamis, bukan kepastian mutlak untuk seluruh wilayah. Perubahan kondisi awal atmosfer dan cakupan wilayah yang luas menjadi dua faktor utama yang membuat prakiraan kadang meleset dari kenyataan di lapangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User