Produksi Padi Sumbar Diprediksi Naik pada 2026, Solok Jadi Penyumbang Terbesar
BPS Sumbar memperkirakan produksi padi 2026 mencapai 1.413.181 ton GKG, naik 2,20 persen dari 2025. Luas panen diprediksi 284.130 hektare dan produksi beras 818.264 ton. Kabupaten Solok menjadi daerah dengan produksi tertinggi, sedangkan Kepulauan Mentawai terendah. Angka ini masih sementara karena memadukan realisasi Januari-September dan potensi Oktober-Desember 2026.
Produksi padi di Sumatera Barat pada 2026 diproyeksikan mengalami kenaikan. Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar memperkirakan produksi gabah kering giling (GKG) mencapai 1.413.181 ton, atau bertambah 2,20 persen dibandingkan 2025 yang tercatat 1.382.697 ton GKG. Kenaikan itu setara dengan penambahan 30.484 ton GKG.
Kepala BPS Sumbar, Nurul Hasanuddin, menyampaikan bahwa luas panen padi pada 2026 diperkirakan mencapai 284.130 hektare. Angka tersebut hanya naik tipis 55 hektare atau 0,02 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar 284.076 hektare. Meski luas panen hampir stagnan, produksi tetap tumbuh.
Jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, produksi beras Sumbar pada 2026 diperkirakan mencapai 818.264 ton. Jumlah itu meningkat 17.651 ton atau 2,20 persen dibandingkan produksi beras 2025 sebanyak 800.613 ton.
BPS mencatat realisasi luas panen padi sepanjang Januari hingga September 2026 mencapai 220.724 hektare. Capaian itu turun 13.361 hektare atau 5,71 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, yakni 234.084 hektare. Adapun potensi luas panen pada Oktober hingga Desember 2026 diperkirakan mencapai 63.407 hektare.
Dari sisi produksi, padi pada Januari–September 2026 tercatat 1.098.307 ton GKG, turun 29.598 ton atau 2,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 1.127.905 ton GKG. Namun, potensi produksi pada Oktober–Desember 2026 diperkirakan mencapai 314.874 ton GKG.
Berdasarkan wilayah, Kabupaten Solok menjadi daerah dengan produksi padi tertinggi pada 2026, yakni 196.206 ton GKG. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Pesisir Selatan dengan 180.354 ton GKG dan Kabupaten Tanah Datar sebanyak 166.643 ton GKG. Sementara itu, produksi padi terendah tercatat di Kabupaten Kepulauan Mentawai sebanyak 2.873 ton GKG, Kota Bukittinggi 3.731 ton GKG, dan Kota Padang Panjang 5.235 ton GKG.
BPS juga mencatat sejumlah daerah mengalami peningkatan produksi cukup besar. Kabupaten Tanah Datar naik 16,66 persen, Lima Puluh Kota meningkat 16,21 persen, dan Kabupaten Agam naik 8,38 persen dibandingkan tahun 2025. Sebaliknya, beberapa daerah mengalami penurunan produksi, di antaranya Kabupaten Solok sebesar 6,92 persen, Padang Pariaman 7,39 persen, dan Pasaman Barat 7,12 persen.
Nurul Hasanuddin menegaskan bahwa angka luas panen dan produksi padi tahun 2026 masih berstatus sementara. Perhitungan tersebut terdiri atas realisasi luas panen Januari–September serta potensi luas panen Oktober–Desember 2026 berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA) amatan September 2026.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)