Militer Yaman Klaim Tewaskan 700 Kombatan Houthi Lewat 257 Operasi Besar-besaran

Pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi mengklaim telah menewaskan sekitar 700 anggota Houthi melalui 257 operasi militer. Serangan melibatkan pesawat tempur, drone, artileri, rudal, dan peluncur roket, dengan fokus utama di garis depan Taiz. Militer Yaman juga mengklaim menghancurkan 170 kendaraan tempur dan aset strategis Houthi. Houthi belum memberikan tanggapan atas klaim tersebut.

Oct 05, 2026 - 16:02
Updated: 14 hours ago
0 0
Militer Yaman Klaim Tewaskan 700 Kombatan Houthi Lewat 257 Operasi Besar-besaran
Militer Yaman Klaim Tewaskan 700 Kombatan Houthi Lewat 257 Operasi Besar-besaran

Pasukan pemerintah Yaman yang mendapat dukungan dari Arab Saudi mengumumkan telah melancarkan operasi militer besar-besaran terhadap basis milisi Houthi. Dalam pernyataan resminya, militer Yaman mengeklaim berhasil menewaskan sekitar 700 anggota Houthi melalui 257 operasi yang digelar di berbagai wilayah negara itu.

Juru bicara militer Yaman, Kolonel Majed Al Nuzaili, menyampaikan bahwa operasi tersebut melibatkan berbagai jenis persenjataan, mulai dari pesawat tempur, pesawat nirawak atau drone, artileri, rudal, hingga peluncur roket. Menurutnya, serangan itu menyasar sejumlah titik penting yang menjadi basis kekuatan Houthi.

Wilayah operasi mencakup Sanaa, Midi, Baqim, serta garis depan pertempuran di Al Jawf, Marib, Al Bayda, dan Lahj. Namun, Al Nuzaili menegaskan bahwa fokus utama operasi militer kali ini dipusatkan di garis depan Taiz.

Sasaran yang menjadi target operasi meliputi pusat komando dan kendali, konsentrasi pasukan, pengerahan kekuatan tempur dan pasukan cadangan, gudang senjata dan amunisi, serta jalur pasokan dan transportasi militer Houthi.

Berdasarkan perkiraan awal di lapangan, operasi tersebut diklaim telah menewaskan setidaknya 700 kombatan Houthi. Selain itu, militer Yaman menyatakan telah menghancurkan sejumlah sasaran militer strategis dan bernilai tinggi, termasuk 170 kendaraan tempur dan aset militer lainnya.

Al Nuzaili menambahkan bahwa kerugian yang dialami Houthi berdampak langsung pada kemampuan tempur kelompok tersebut. Menurutnya, hal itu juga membatasi kemampuan Houthi untuk melanjutkan serangan terhadap warga sipil di rumah dan desa mereka.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Houthi terkait klaim yang disampaikan militer Yaman tersebut.

Konflik di Yaman sendiri telah berlangsung sejak kelompok Houthi merebut Sanaa dan sejumlah provinsi pada 2014. Peristiwa itu memicu intervensi koalisi pimpinan Arab Saudi pada 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Gencatan senjata yang sempat disepakati pada 2022 akhirnya gagal pada Juli, dan pertempuran kembali meningkat sejak saat itu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User