Saudi Aramco Pangkas Harga Minyak untuk Asia, Diskon Terbesar Sejak Juni 2020
Saudi Aramco memangkas harga jual resmi minyak mentah Arab Light untuk pembeli Asia pada November 2026 sebesar US$3 per barel, diskon terbesar sejak Juni 2020. Langkah ini berlawanan dengan ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan. Aramco juga menurunkan harga Arab Medium dan Arab Heavy, sementara harga untuk Eropa Barat Laut naik dan Amerika Serikat tidak berubah.
Arab Saudi melalui Saudi Aramco mengambil langkah mengejutkan dengan memangkas harga jual resmi (official selling price/OSP) minyak mentah untuk pembeli di Asia pada November 2026. Kebijakan ini berlawanan dengan prediksi pasar yang sebelumnya memperkirakan harga akan naik. Pemangkasan ini menjadi yang terbesar sejak Juni 2020, berdasarkan data Reuters.
Untuk minyak mentah Arab Light, Aramco menetapkan harga US$3 per barel di bawah harga rata-rata Oman dan Dubai. Angka ini turun US$3 per barel dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, OSP untuk Arab Medium dan Arab Heavy juga dipangkas masing-masing US$5 per barel untuk pembeli Asia.
Sebelumnya, dalam survei Reuters, harga Arab Light untuk Asia diperkirakan naik hingga US$5 per barel pada November, sejalan dengan kenaikan harga minyak acuan Timur Tengah. Namun, keputusan Aramco justru sebaliknya.
Tiga sumber dari sektor kilang Asia yang berbicara kepada Reuters secara anonim menduga pemangkasan harga ini bertujuan mengompensasi tingginya biaya pengiriman minyak. Biaya sewa kapal tanker berkapasitas hingga 2 juta barel untuk pengiriman dari Teluk ke China mencapai US$1,2 per hari setahun sebelumnya. Selain itu, harga yang lebih rendah juga dapat mengompensasi waktu tunggu dan perjalanan yang lebih panjang bagi minyak Saudi yang diekspor melalui Pelabuhan Sidi Kerir di Mesir, di mana pemuatan kargo sempat tertunda.
Sejak September, Saudi Aramco dilaporkan menjual jutaan barel minyak mentah melalui transfer antar kapal di luar Selat Hormuz. Langkah ini membuat arus minyak melalui jalur strategis tersebut kembali normal seperti sebelum konflik. Kerajaan juga kembali melakukan pemuatan minyak di Pelabuhan Yanbu di Laut Merah setelah sempat dihentikan akibat serangan drone yang mengganggu jalur pipa minyak East-West.
Di sisi lain, Aramco menaikkan OSP minyak mentah untuk pembeli di Eropa Barat Laut sebesar US$3 per barel untuk seluruh jenis minyak. Sementara itu, harga jual minyak Saudi untuk pembeli di Amerika Serikat tidak mengalami perubahan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)