Militer Iran Umumkan Fase Baru Perang Melawan AS dan Rencana Perubahan Strategi

Militer Iran menyatakan telah memasuki fase baru perang melawan Amerika Serikat dan akan mengubah strategi. Juru bicara Angkatan Bersenjata Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia, mengatakan operasi pembalasan akan berlanjut selama serangan AS masih berlangsung. Iran juga mempertimbangkan invasi darat AS dan meningkatkan kesiapan tempur selama gencatan senjata.

Jul 28, 2026 - 08:25
Updated: 2 months ago
0 0
Militer Iran Umumkan Fase Baru Perang Melawan AS dan Rencana Perubahan Strategi
Militer Iran Umumkan Fase Baru Perang Melawan AS dan Rencana Perubahan Strategi

Militer Iran secara resmi mengumumkan bahwa mereka telah memasuki fase baru dalam konflik melawan Amerika Serikat dan akan mengubah strategi peperangan. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Angkatan Bersenjata Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia, pada Rabu, 22 Juli.

Akraminia menegaskan bahwa operasi pembalasan yang dilakukan oleh Angkatan Bersenjata Iran akan terus berlanjut selama serangan AS terhadap infrastruktur dan daerah pesisir Iran masih berlangsung. Ia menyebutkan bahwa arena peperangan fase baru dapat menjadi salah satu pilihan strategis Iran, sementara strategi lainnya akan diungkapkan pada waktu yang tepat.

Selama masa gencatan senjata, Angkatan Darat Iran telah memanfaatkannya untuk meningkatkan kesiapan tempur. Akraminia menyoroti moral, motivasi, dan kemauan tinggi dari personel angkatan udara dan pertahanan udara dalam menghadapi agresi musuh. Ia menyatakan bahwa saat ini Iran berada dalam kondisi kesiapan yang lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Meskipun invasi darat oleh AS dianggap hampir mustahil, Akraminia tidak menutup kemungkinan skenario tersebut dan menyatakan bahwa Iran telah menyiapkan rencana jika hal itu terjadi. Menurutnya, jika musuh melakukan agresi melalui darat, kerentanannya akan jauh lebih besar dibandingkan serangan udara dan jarak jauh. Operasi darat dinilai memberikan lebih banyak peluang untuk menimbulkan kerusakan dan korban yang lebih besar pada musuh.

Akraminia kembali menegaskan bahwa membalas darah para martir dan pemimpin yang gugur telah menjadi tuntutan publik dan kehendak nasional. Angkatan Bersenjata telah menyusun rencana sesuai dengan hal tersebut. Ia menambahkan, "Insya Allah, Republik Islam Iran akan membalas dendam atas darah para syuhada dan pemimpin kita tercinta yang gugur dari musuh yang agresif."

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User