Prancis Kerahkan 70 Ribu Polisi, Demo Halloween 31 Oktober Berisiko Ricuh
Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez memperingatkan risiko kerusuhan tinggi pada 31 Oktober saat demo Halloween dan aksi Rompi Kuning serta serikat mahasiswa digelar. Sekitar 70 ribu polisi dikerahkan ke seluruh Prancis, dan pertemuan yang berpotensi memicu kerusuhan akan dilarang.
Prancis bersiap menghadapi gelombang demonstrasi pada akhir pekan ini. Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez mengumumkan sekitar 70 ribu aparat kepolisian akan dikerahkan ke seluruh wilayah negara itu untuk mengantisipasi potensi kerusuhan.
Peringatan itu disampaikan Nunez kepada wartawan pada Kamis (29/10). Menurut dia, tanggal 31 Oktober menyimpan risiko gangguan keamanan yang serius karena bertepatan dengan seruan aksi dari sejumlah kelompok.
"Tanggal 31 Oktober menghadirkan risiko kerusuhan publik yang sangat tinggi," ujar Nunez, seperti dikutip Le Monde.
Gerakan Rompi Kuning bersama serikat mahasiswa Prancis telah menyerukan protes baru pada Sabtu (31/10). Aksi tersebut diperkirakan berlangsung dalam skala besar.
Demonstrasi kali ini berlangsung hanya dua pekan setelah Prancis dilanda demo ricuh pada 17 Oktober. Dalam peristiwa itu, sejumlah toko dijarah dan berbagai bangunan dibakar serta dirusak.
Nunez mengungkapkan, otoritas keamanan mendeteksi seruan di media sosial untuk berkumpul merayakan Halloween pada Sabtu malam. Seruan itu menyerukan "revolusi" dan disebut disebarkan oleh kelompok sayap kiri radikal serta sejumlah aktivis Rompi Kuning yang telah terpapar radikalisasi.
Menanggapi hal tersebut, pemerintah memastikan akan melarang pertemuan-pertemuan yang berpotensi memicu kerusuhan. "Pertemuan-pertemuan ini akan dilarang," tegas Nunez.
Gelombang demonstrasi sendiri telah mengguncang Prancis sejak akhir September lalu. Aksi bermula dari para siswa yang mengeluhkan buruknya sistem pendidikan, terutama di sekolah-sekolah kawasan pinggiran.
Seiring waktu, protes meluas ke berbagai kalangan. Kemarahan publik kian melebar, umumnya dipicu tingginya biaya hidup dan ketidaksetaraan yang dirasakan masyarakat.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)