Ribuan Pemukim Israel Masuki Kompleks Al Aqsa pada Perayaan Tisha B'Av

Lebih dari 2.300 pemukim Israel menyerbu kompleks Masjid Al Aqsa pada Kamis (23/7) untuk memperingati Tisha B'Av. Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir ikut serta. Pemerintah Palestina menyebut jumlah pemukim bisa mencapai 5.000. Pasukan Israel membatasi akses jemaah Palestina. Hamas memperingatkan tindakan tersebut akan menjadi bumerang.

Jul 28, 2026 - 08:25
Updated: 3 months ago
0
Ribuan Pemukim Israel Masuki Kompleks Al Aqsa pada Perayaan Tisha B'Av
Ribuan Pemukim Israel Masuki Kompleks Al Aqsa pada Perayaan Tisha B'Av

Lebih dari 2.300 pemukim Israel dan anggota kelompok sayap kanan memasuki kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur pada Kamis (23/7) untuk memperingati hari raya Yahudi Tisha B'Av. Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir juga turut serta dalam serbuan tersebut dengan dikawal ketat oleh aparat kepolisian.

Tisha B'Av merupakan hari berkabung dalam tradisi Yahudi yang memperingati kehancuran dua kuil Yahudi kuno. Umat Muslim meyakini lokasi tersebut sebagai Masjid Al Aqsa, sementara umat Yahudi menyebutnya Bukit Bait Suci (Temple Mount).

Pemerintah Palestina di Provinsi Yerusalem memperkirakan jumlah pemukim Israel yang masuk ke kompleks Al Aqsa akan terus bertambah, bahkan bisa mencapai 5.000 orang. Angka ini melampaui jumlah yang tercatat pada perayaan Tisha B'Av di tahun-tahun sebelumnya.

Para pejabat Palestina melaporkan bahwa pasukan Israel memberlakukan pembatasan ketat di gerbang masjid. Banyak jemaah dan pelajar Palestina dilarang masuk, dan beberapa di antaranya menjadi sasaran serangan aparat. Ribuan pemukim Israel dilaporkan melakukan ritual Talmud di dalam kompleks, termasuk bersujud, bernyanyi, dan berdoa.

Surat kabar Haaretz mengutip pernyataan Ben Gvir yang mengatakan bahwa orang-orang Yahudi yang mengunjungi situs tersebut pada perayaan Tisha B'Av "merasa seperti pemiliknya". Pemerintah Palestina mengecam kunjungan Ben Gvir sebagai eskalasi berbahaya.

Kelompok Hamas juga memberikan respons keras. Dalam pernyataannya, Hamas memperingatkan bahwa tindakan agresi yang terang-terangan itu akan menjadi bumerang bagi pendudukan Israel dan para pemukimnya.

Israel menduduki Yerusalem Timur sejak perang Arab-Israel tahun 1967 dan mencaploknya pada tahun 1980. Langkah tersebut tidak diakui secara internasional dan menuai kecaman dari berbagai pihak.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User