Gubernur Koster Jamin Stok Pertalite dan Pertamax di Bali Cukup Dua Pekan, Antrean SPBU Mulai Diatasi

Gubernur Bali Wayan Koster memastikan pasokan Pertalite dan Pertamax di SPBU Bali aman hingga dua pekan ke depan setelah kedatangan stok baru. Pasokan tambahan dikirim bertahap melalui kapal tanker ke depo Manggis dan Sanggaran, dengan rincian Pertalite 19,2 juta liter dan Pertamax 3 juta liter. Sebanyak 92 SPBU di Denpasar dan Badung akan beroperasi 24 jam, serta armada pengangkut ditambah dari 90 menjadi 105 unit.

Oct 14, 2026 - 04:02
Updated: 11 hours ago
0 0
Gubernur Koster Jamin Stok Pertalite dan Pertamax di Bali Cukup Dua Pekan, Antrean SPBU Mulai Diatasi
Gubernur Koster Jamin Stok Pertalite dan Pertamax di Bali Cukup Dua Pekan, Antrean SPBU Mulai Diatasi

Gubernur Bali Wayan Koster memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax di seluruh SPBU di Pulau Dewata dalam kondisi aman. Menurutnya, stok yang ada saat ini mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga dua pekan ke depan. Kepastian ini disampaikan Koster menyusul ramainya antrean kendaraan di sejumlah SPBU, terutama di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung beberapa hari terakhir.

"Yang pertama ingin di-clear-kan ketersediaan BBM Pertalite dan Pertamax itu ada sampai 2 minggu ke depan," ujar Koster usai bertemu Direktur Utama PT Pertamina di Denpasar, Selasa (13/10). Pemerintah Provinsi Bali bersama Pertamina pun mengambil langkah penanganan komprehensif untuk memulihkan distribusi BBM bagi masyarakat.

Pasokan energi baru mulai berdatangan secara bertahap melalui kapal tanker yang bersandar di depo terminal Manggis dan Sanggaran. Pengiriman hari ini mencakup Pertalite sebanyak 19,2 juta liter yang diproyeksikan cukup untuk kebutuhan konsumsi harian selama 6 hingga 7 hari ke depan. Sementara Pertamax yang tiba sebanyak 3 juta liter siap memenuhi kebutuhan masyarakat Bali untuk 3 hari ke depan.

Koster merinci, pasokan terjadwal akan kembali tiba berturut-turut pada 15, 16, hingga 17 Oktober dengan muatan Pertalite mencapai 25 juta liter. Tambahan sebesar itu dinilai sangat memadai untuk menjamin ketersediaan stok Pertalite hingga 10 hari ke depan. Untuk Pertamax, tambahan pasokan signifikan dijadwalkan tiba pada 13 dan 17 Oktober sebanyak 13 juta liter, yang dipastikan mampu mencukupi kebutuhan konsumsi harian secara berkelanjutan selama 10 hingga 11 hari ke depan.

"Apa artinya, bahwa stok minyak BBM Pertalite dan Pertamax itu tersedia bisa mencukupi kebutuhan melebihi kebutuhan yang normal di Provinsi Bali ini," tegas Koster. Pola kedatangan pasokan yang berkesinambungan sebelum stok terdahulu habis menjadi jaminan utama bahwa ketersediaan BBM di Bali berada dalam status sangat aman.

Pemprov Bali memfokuskan perhatian pada wilayah perkotaan yang meliputi Kota Denpasar dan Kabupaten Badung karena tingkat mobilitas dan volume konsumsi energi yang jauh lebih tinggi. Total terdapat 92 unit SPBU di dua wilayah prioritas tersebut, terdiri atas 54 unit di Denpasar dan 38 unit di Badung. Seluruh SPBU di wilayah itu akan mulai dioperasikan penuh selama 24 jam mulai malam ini secara bertahap.

"Ini akan dioperasikan selama 24 jam penuh mulai malam ini, tetapi tidak bisa langsung karena perlu persiapan juga, tenaga dan sebagainya," kata Koster. Selain itu, kapasitas armada pengangkut dari depo ke SPBU ditambah dari kondisi normal 90 unit menjadi 105 unit kendaraan. Penambahan 15 unit armada ini bertujuan mempercepat rotasi pengiriman agar pasokan di setiap stasiun pengisian segera terisi tanpa kendala.

Gubernur Koster juga menyampaikan bahwa kelancaran jalur distribusi darat dari depo menuju SPBU turut diperkuat melalui koordinasi intensif dengan jajaran Polda Bali. Dukungan pengawalan aparat kepolisian diharapkan mampu memangkas waktu tempuh distribusi sehingga pasokan BBM dapat segera sampai di lokasi tujuan dengan aman dan tepat waktu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User