RSBG 2026 Resmi Berakhir, 150 Ribu Orang Serbu Kota Solok dan Transaksi Tembus Rp3,75 Miliar
Rang Solok Baralek Gadang (RSBG) 2026 resmi ditutup pada Selasa (13/10/2026) malam setelah empat hari digelar. Sekitar 150 ribu pengunjung memadati Kota Solok dengan perputaran transaksi ekonomi mencapai Rp3,75 miliar. Penutupan dimeriahkan tarian massal Pusako Nan Manyalo oleh siswi SD se-Kota Solok.
Rang Solok Baralek Gadang (RSBG) 2026 resmi berakhir pada Selasa (13/10/2026) malam. Helat budaya tahunan Kota Solok yang berlangsung sejak Sabtu (10/10/2026) itu tercatat dikunjungi sekitar 150 ribu orang selama empat hari pelaksanaan, dengan perputaran transaksi ekonomi diperkirakan mencapai Rp3,75 miliar.
Penutupan RSBG 2026 berlangsung meriah lewat penampilan tarian massal bertajuk Pusako Nan Manyalo yang dibawakan siswi sekolah dasar se-Kota Solok. Gerakan tari yang dipadukan dengan properti piring dan obor bercahaya itu menjadi simbol semangat kebersamaan, kegembiraan, serta kecintaan generasi muda terhadap adat dan budaya Minangkabau.
Ketua Pelaksana RSBG 2026, Zulkarnaini, menyatakan rangkaian kegiatan tahun ini berjalan aman dan lancar. RSBG 2026 mengusung tema Sawah Dijago, Budaya Dipusako. Acara diawali dengan pawai budaya yang menampilkan prosesi adat dari kelurahan-kelurahan di Kota Solok, dilengkapi instalasi jerami hasil karya siswa SMP dan SMA se-Kota Solok.
"Selama empat hari ini, jumlah kunjungan masyarakat diperkirakan mencapai lebih kurang 150.000 orang. Sementara itu, transaksi ekonomi diperkirakan sekitar Rp3,75 miliar," ujar Zulkarnaini.
Selama pelaksanaan, RSBG juga membuka ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif, baik dari Kota Solok maupun daerah lain. Pedagang kaki lima dan pelaku UMKM lokal ditempatkan di lokasi yang telah ditentukan demi menjaga ketertiban kegiatan.
Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, menilai kemeriahan RSBG tidak lepas dari partisipasi masyarakat yang memiliki semangat bersama untuk menyukseskan agenda budaya tersebut. Keterlibatan warga terlihat dari berbagai unsur yang berpartisipasi, termasuk dalam penampilan tarian massal. Pemerintah daerah menyediakan pelatih, sementara kebutuhan lain seperti seragam dan properti pertunjukan dipersiapkan secara mandiri oleh orang tua peserta.
"Ini semua karena kecintaan masyarakat terhadap Kota Solok. Kita berharap semangat yang telah terbangun dalam RSBG ini juga dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari," kata Ramadhani. Ia berharap RSBG terus disempurnakan dari tahun ke tahun agar manfaatnya semakin luas bagi masyarakat Kota Solok.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, dr. Lila Yanwar, mengapresiasi pelaksanaan RSBG 2026 yang ramai dikunjungi masyarakat Kota Solok dan Kabupaten Solok. Ia menyebut RSBG sebagai salah satu dari sembilan agenda pariwisata Sumatera Barat yang masuk dalam program Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata.
"Ini bisa menjadi contoh bagi kabupaten dan kota lainnya bahwa kegiatan yang membahagiakan masyarakat dan melibatkan masyarakat dapat menjadi salah satu cara untuk menggerakkan ekonomi," tutup Lila Yanwar.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)