Kim Jong Un Buka Museum Pertahanan, Pamer Rudal Hwasong-20 yang Diklaim Bisa Hantam Daratan AS

Kim Jong Un menghadiri pembukaan Museum Revolusi Pertahanan Korea Utara yang memamerkan rudal balistik antarbenua Hwasong-20. Rudal itu diklaim mampu menjangkau daratan Amerika Serikat, Timur Tengah, hingga Australia. Pengamat menilai pameran ini sebagai langkah propaganda untuk memperkuat posisi Korut menjelang potensi pertemuan puncak dengan AS.

Oct 14, 2026 - 04:02
Updated: 11 hours ago
0 0
Kim Jong Un Buka Museum Pertahanan, Pamer Rudal Hwasong-20 yang Diklaim Bisa Hantam Daratan AS
Kim Jong Un Buka Museum Pertahanan, Pamer Rudal Hwasong-20 yang Diklaim Bisa Hantam Daratan AS

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menghadiri pembukaan Museum Revolusi Pertahanan yang menampilkan sejumlah persenjataan strategis negara itu, termasuk rudal balistik antarbenua Hwasong-20. Kunjungan tersebut berlangsung pada Minggu (11/10) dan dilaporkan oleh kantor berita KCNA. Lokasi museum sengaja tidak diungkap ke publik.

Dalam foto-foto yang dirilis KCNA, Kim Jong Un tampak didampingi istri dan putrinya, Kim Ju Ae. Kehadiran keluarganya dalam lawatan itu menjadi perhatian karena jarang ditampilkan dalam agenda resmi terkait persenjataan.

Museum tersebut memajang berbagai alat utama sistem persenjataan yang dikembangkan di era kepemimpinan Kim Jong Un, mulai dari drone hingga rudal balistik antarbenua Hwasong-20. Pameran ini menjadi semacam etalase kemajuan program pertahanan Korea Utara selama bertahun-tahun.

Sekretaris Jenderal Forum Pertahanan dan Keamanan Korea, Shin Jong Woo, menilai tampilan di depan peluncur Hwasong-20 memperlihatkan desain hulu ledak ganda dan peta dunia. Menurutnya, hal itu menggambarkan jangkauan rudal yang sangat luas.

Rudal tersebut diperkirakan mampu mencapai daratan Amerika Serikat, kawasan Timur Tengah, bahkan Australia. Klaim jangkauan ini menjadi salah satu pesan utama yang ingin disampaikan Pyongyang melalui pameran tersebut.

"Pameran ini tampaknya bertujuan menyoroti pencapaian program pengembangan ilmu pertahanan Kim," kata Shin, seperti dikutip Reuters.

Shin menambahkan bahwa pameran itu memberi kesan propaganda yang bertujuan mendapatkan keuntungan strategis menjelang potensi pertemuan puncak antara Korea Utara dan Amerika Serikat. Dengan kata lain, momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat posisi negosiasi Pyongyang.

Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari Washington terkait pembukaan museum dan klaim jangkauan rudal Hwasong-20 tersebut. Namun, perkembangan ini dipastikan akan menjadi perhatian dalam dinamika hubungan Korea Utara dengan Amerika Serikat ke depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User