Malamang dan Shalawat Dulang Meriahkan Mauluik Gadang 2026, 140 Ulama Ikut Ambil Bagian
Perayaan Mauluik Gadang 2026 di Padang Pariaman berlangsung 23-25 Agustus dengan tradisi malamang, lomba kasidah, zikir, dan arak-arakan Bungo Lado. Sebanyak 140 ulama dari 17 kecamatan hadir, menunjukkan harmoni agama dan adat.
Parit Malintang, Padang Pariaman, menjadi pusat perayaan Mauluik Gadang 2026 yang berlangsung selama tiga hari, 23-25 Agustus. Sejak pagi, warga bahu-membahu memutar bambu berisi beras ketan dan santan di atas bara api, sebuah tradisi malamang yang menjadi simbol kebersamaan sebelum puncak acara.
Perayaan yang digelar di kawasan Masjid Raya IKK Ali Mukhni ini tidak hanya dihadiri para tetua, tetapi juga menjadi ruang ekspresi bagi generasi muda. Hari pertama diisi dengan Lomba Kasidah Rebana dan Bintang Kasidah antar-kecamatan, yang bertujuan mendekatkan generasi muda pada seni tradisi Islami.
Memasuki hari kedua, suasana semakin khusyuk dengan berkumpulnya 140 ulama dan tuangku dari 17 kecamatan. Lantunan zikir, Syarafal Anam, dan Shalawat Dulang mengiringi malam, berpadu dengan kehangatan lamang yang disiapkan warga.
Puncak acara pada hari ketiga diramaikan arak-arakan ratusan Bungo Lado, pohon hias berbunga uang sebagai wujud partisipasi sukarela warga. Acara dilanjutkan dengan tradisi Badoncek (berdonasi), Badikia, dan ditutup dengan Makan Bajamba, makan bersama dalam satu wadah yang menghapus sekat sosial.
Mauluik Gadang tahun ini menjadi bukti nyata bahwa nilai religius dan hukum adat di Padang Pariaman saling menopang, bukan bertentangan. Tradisi ini terus dirawat dan diwariskan lintas generasi melalui kebersamaan yang otentik, memperkuat rukun dan gotong royong di tengah masyarakat.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)