CEO OpenAI Sam Altman: Kuliah 4 Tahun Tak Lagi Relevan, Ini Alasannya
CEO OpenAI Sam Altman menilai kuliah empat tahun terlalu lama dan tidak dibutuhkan semua orang. Ia mengaku keputusan meninggalkan Stanford setelah dua tahun adalah tepat. Altman mendorong anak muda untuk fokus membangun proyek, memanfaatkan AI untuk memulai usaha, dan tidak terlalu memedulikan penilaian orang lain.
Jakarta, CNN Indonesia -- CEO OpenAI Sam Altman kembali melontarkan pernyataan kontroversial tentang dunia pendidikan. Pria yang dikenal sebagai salah satu tokoh kunci di balik perkembangan kecerdasan buatan (AI) ini menilai bahwa masa kuliah selama empat tahun terlalu lama dan tidak diperlukan oleh semua orang.
Pernyataan tersebut disampaikan Altman di hadapan para peserta magang teknologi dalam acara jejaring yang digelar oleh investor Cory Levy di Internapalooza. Dalam kesempatan itu, ia juga membahas bagaimana AI memungkinkan pembuatan produk dengan sumber daya yang jauh lebih sedikit, serta bagaimana pengusaha muda harus mulai beradaptasi dengan perubahan ini.
Altman sendiri merupakan contoh nyata dari keyakinannya tersebut. Ia memutuskan keluar dari Stanford pada 2005 setelah hanya menjalani dua tahun perkuliahan untuk ikut mendirikan Loopt, aplikasi berbagi lokasi yang kemudian menjadi bagian dari angkatan pertama Y Combinator, perusahaan investasi startup ternama.
Meski mengaku menghargai dua tahun waktunya di universitas, terutama untuk bertemu orang-orang, hidup mandiri, dan mengerjakan proyek, Altman merasa bahwa bertahan dua tahun lebih lama tidak akan memberikan pengalaman yang lebih berarti. "Saya rasa saya telah belajar banyak, dan hasilnya akan jauh berbeda jika tetap bertahan," ujarnya.
Namun, Altman tidak serta-merta menyarankan anak muda untuk menolak pendidikan tinggi. Ia justru mempertanyakan apakah universitas masih membutuhkan waktu empat tahun untuk menyelesaikan studi, mengingat cara orang bekerja dan belajar telah banyak berubah. Pandangan ini sejalan dengan mentornya, salah satu pendiri PayPal Peter Thiel, yang menawarkan investasi bagi anak muda yang memilih mengejar proyek daripada mengikuti jalur kuliah konvensional.
Altman juga menegaskan bahwa tidak ada yang bisa membuktikan apakah kuliah empat tahun akan menghasilkan sesuatu yang lebih baik. "Anda tidak dapat menjalankan eksperimen dua kali," katanya. Ia mendorong para calon pengusaha untuk tidak terlalu memedulikan penilaian orang lain, karena membangun sesuatu lebih berarti daripada membangun kredibilitas.
Menurut Altman, kehadiran AI telah memudahkan pendirian startup dengan mengurangi kebutuhan sumber daya. Seorang pengusaha kini bisa mengembangkan perusahaannya dengan bantuan AI tanpa harus memiliki tim besar di awal. Ia juga menentang anggapan bahwa pengusaha harus fokus pada satu proyek sejak awal; justru dengan mencoba beberapa ide sekaligus, seseorang bisa menemukan mana yang paling menarik dan prospektif.
Pada akhirnya, pesan utama Altman bukanlah soal pilihan kuliah atau tidak, melainkan tentang kemampuan mengenali kapan keadaan berubah, kapan harus bereksplorasi, dan kapan harus mulai berkomitmen penuh pada satu proyek.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)