Lula da Silva Cetak Sejarah di Brasil, Menang Tipis dan Kembali Kuasai Kursi Presiden

Luiz Inacio Lula da Silva memenangkan pemilu putaran kedua Brasil dengan 51,7 persen suara, mengalahkan Flavio Bolsonaro yang meraih 48,2 persen. Kemenangan ini menjadikan Lula, 80 tahun, sebagai presiden Brasil pertama yang terpilih empat kali. Ia akan menghadapi tantangan ekonomi, termasuk pertumbuhan rendah dan utang publik tinggi, serta mempertahankan kebijakan luar negeri independen Brasil.

Oct 26, 2026 - 04:02
Updated: 10 hours ago
0
Lula da Silva Cetak Sejarah di Brasil, Menang Tipis dan Kembali Kuasai Kursi Presiden
Lula da Silva Cetak Sejarah di Brasil, Menang Tipis dan Kembali Kuasai Kursi Presiden

Presiden petahana Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, memastikan diri kembali memimpin negara itu setelah memenangkan pemilu putaran kedua yang berlangsung Minggu (25/10) waktu setempat. Politikus sayap kiri berusia 80 tahun tersebut unggul tipis dengan 51,7 persen suara atas Flavio Bolsonaro, putra mantan presiden Jair Bolsonaro, yang memperoleh 48,2 persen suara.

Kemenangan ini tercatat sebagai sejarah baru dalam politik Brasil. Lula menjadi presiden pertama yang berhasil terpilih untuk menjabat sebanyak empat kali. Sebelumnya, ia memimpin Brasil pada periode Januari 2003 hingga Desember 2006, Januari 2007 hingga Desember 2010, dan kembali menjabat sejak Januari 2023 hingga sekarang.

Hasil pemilu juga menandai pertama kalinya seorang kandidat memenangkan kursi kepresidenan setelah pada putaran pertama hanya menempati posisi kedua. Sejumlah lembaga survei menilai meningkatnya jumlah pemilih menjadi faktor pendorong kemenangan Lula pada putaran kedua.

Kampanye Lula kali ini banyak diwarnai kekhawatiran masyarakat terhadap biaya hidup, kejahatan, dan korupsi, di tengah pergeseran politik ke arah kanan baik di Brasil maupun kawasan Amerika Latin. Meski demikian, Lula mengandalkan rekam jejak penurunan kemiskinan dan kesenjangan selama masa pemerintahannya, sementara pengangguran, angka buta huruf, dan penggundulan hutan tercatat mencapai level terendah pada masa jabatan ketiganya.

Ke depan, pemerintahan Lula diperkirakan menghadapi sejumlah hambatan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi Brasil diprediksi hanya mencapai 2,3 persen pada tahun depan. Tekanan fiskal juga meningkat seiring tingginya suku bunga dan utang publik yang telah melampaui 82 persen dari PDB, tingkat tertinggi sejak masa pandemi.

Terpilihnya kembali Lula turut membangkitkan kembali isu korupsi yang telah lama menjadi persoalan di Brasil, serta kenaikan harga barang. Namun, hasil ini dipandang akan memperkuat posisi Brasil dalam kebijakan luar negeri yang lebih independen di bawah kepemimpinan Lula, yang menekankan kedaulatan negara dan hubungan lebih erat dengan negara-negara Selatan serta China, di tengah ketegangan dengan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Sebagai salah satu pemimpin tertua di dunia, Lula akan berusia 85 tahun pada akhir masa jabatan barunya pada 2030 mendatang. Dengan demikian, ia akan memimpin Brasil selama total 16 tahun sejak masa jabatan pertamanya pada 2003 silam.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User