Kim Jong Un Pamerkan Hwasong-20, Rudal Korut yang Diklaim Sanggup Menghantam Daratan AS
Kim Jong Un menghadiri peresmian Museum Revolusi Pertahanan Korea Utara yang memamerkan ICBM Hwasong-20. Rudal ini diklaim memiliki jangkauan sekitar 15.000 kilometer sehingga mampu mencapai daratan Amerika Serikat. Pameran dinilai sebagai propaganda menjelang kemungkinan pertemuan puncak Korut-AS.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menjadi sorotan setelah menghadiri peresmian Museum Revolusi Pertahanan pada Minggu (11/10). Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi putrinya, Ju Ae, serta istrinya, Ri Sol Ju. Museum itu memamerkan berbagai persenjataan yang dikembangkan di bawah kepemimpinannya, termasuk rudal balistik antarbenua (ICBM) Hwasong-20 yang diklaim mampu menjangkau daratan Amerika Serikat (AS).
Laporan KCNA menyebutkan bahwa museum tersebut menampilkan aneka alutsista, mulai dari drone hingga ICBM Hwasong-20. Kehadiran Kim beserta keluarganya dalam peresmian itu menjadi perhatian karena menunjukkan secara terbuka pencapaian program pertahanan Korea Utara.
Sekretaris Jenderal Forum Pertahanan dan Keamanan Korea, Shin Jong-woo, mengamati bahwa penjelasan di depan peluncur Hwasong-20 memperlihatkan desain hulu ledak ganda. Selain itu, terdapat peta dunia yang menggambarkan jangkauan rudal hingga daratan AS, Timur Tengah, Australia, bahkan Amerika Selatan.
"Pameran tersebut tampaknya dimaksudkan untuk menonjolkan pencapaian program pengembangan ilmu pertahanan Kim," ujar Shin, seperti dikutip dari CNA. Ia menilai pameran itu memberi kesan sebagai propaganda untuk memperoleh keunggulan strategis menjelang kemungkinan pertemuan puncak antara Korea Utara dan AS.
Dari sisi spesifikasi, mengutip Defence Security Asia, Hwasong-20 diperkirakan memiliki jangkauan sekitar 15.000 kilometer. Jarak tersebut memungkinkan rudal ini mencapai daratan Amerika Serikat. Rudal ini disebut menggunakan sistem propulsi berbahan bakar padat yang memungkinkan persiapan peluncuran lebih singkat dibandingkan rudal berbahan bakar cair.
Hwasong-20 juga menggunakan kendaraan pengangkut sekaligus peluncur atau Transporter Erector Launcher (TEL). Platform bergerak ini disebut memungkinkan rudal dipindahkan melalui jalan darat sehingga lebih fleksibel dalam operasi.
Selain itu, dari sisi persenjataan, Hwasong-20 diperkirakan dapat mengusung teknologi Multiple Independently Targetable Reentry Vehicle (MIRV). Teknologi ini memungkinkan beberapa hulu ledak diarahkan ke sasaran berbeda dalam satu kali peluncuran.
Pameran Hwasong-20 di museum tersebut menegaskan ambisi Korea Utara dalam mengembangkan kemampuan militernya. Klaim jangkauan hingga daratan AS dan teknologi canggih yang disematkan menjadikan rudal ini sebagai salah satu simbol kekuatan strategis Pyongyang di mata dunia.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)