Joint List Dukung Eisenkot, Netanyahu Terancam Tersalip 67 Rekomendasi Anggota Knesset
Partai Arab Joint List resmi merekomendasikan Gadi Eisenkot sebagai PM Israel, membuat pemimpin oposisi itu mengantongi 67 rekomendasi anggota Knesset dan melampaui Benjamin Netanyahu yang hanya memperoleh 46. Dukungan ini bertujuan mencegah Netanyahu kembali berkuasa, meski Eisenkot masih harus membentuk koalisi yang mampu meraih kepercayaan parlemen.
Partai Arab Joint List secara resmi memberikan rekomendasi kepada pemimpin oposisi Israel, Gadi Eisenkot, untuk menjadi perdana menteri berikutnya. Rekomendasi itu disampaikan langsung kepada Presiden Israel Isaac Herzog dalam proses konsultasi di Kediaman Presiden pada Kamis (5/11).
Dengan tambahan 11 rekomendasi dari Joint List, Eisenkot kini mengantongi dukungan 67 anggota parlemen. Jumlah itu melampaui mayoritas di Knesset sekaligus unggul jauh atas Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang hanya memperoleh rekomendasi dari 46 anggota parlemen.
Delegasi Joint List dipimpin Ketua partai Yousef Jabareen, didampingi Ahmad Tibi, Bakr Awawdeh, Ofer Cassif, dan Maha Sabah Karkabi. Dalam pernyataannya, Joint List menegaskan keputusan mendukung Eisenkot diambil secara bulat setelah berkonsultasi dengan seluruh partai yang tergabung dalam koalisi tersebut. Mereka mengakui keputusan itu tidak mudah diambil.
Menurut Joint List, dukungan kepada Eisenkot bertujuan mencegah Netanyahu dan pemerintahannya kembali berkuasa. Meski begitu, partai itu tetap mencatat bahwa kubu oposisi yang dipimpin Eisenkot belum menunjukkan sikap tegas dalam menghadapi kebijakan Netanyahu, melawan hasutan terhadap warga Arab, serta mempertahankan legitimasi pilihan politik masyarakat Arab.
Dalam konsultasi tersebut, Tibi menyatakan Joint List bersedia mendukung pemerintahan alternatif dari luar koalisi. Ia juga menyampaikan kebanggaannya terhadap warga Arab yang tetap berpartisipasi dalam pemilu meski menghadapi hasutan dan rasisme. Sementara Jabareen mendesak Herzog mengambil peran lebih besar dalam menangani hasutan terhadap warga Arab, seraya menegaskan Joint List tidak percaya pada solusi militer dan menuntut prinsip kesetaraan dalam Deklarasi Kemerdekaan Israel diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Cassif menyoroti kekerasan pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki, dan menuduh pemerintah Israel mendukung serta mendanai serangan tersebut. Awawdeh mengangkat persoalan kekerasan dan kejahatan di tengah masyarakat Arab serta krisis perumahan. Adapun Karkabi menyatakan masyarakat Arab ingin mengganti pemerintahan saat ini karena merasa menghadapi ancaman eksistensial.
Sebelumnya, partai Arab Ra'am yang memiliki delapan kursi di Knesset juga menyatakan dukungan kepada Eisenkot. Pemimpin Ra'am, Mansour Abbas, dalam konsultasi dengan Herzog menyebut masyarakat Arab memiliki peran sebagai jembatan dalam politik Israel. Di sisi lain, Partai United Torah Judaism, sekutu Netanyahu yang memiliki tujuh kursi, memutuskan tidak merekomendasikan kandidat mana pun.
Meski telah mengantongi 67 rekomendasi, Eisenkot belum otomatis menjadi perdana menteri. Rekomendasi partai-partai itu bukan kesepakatan koalisi pemerintahan, melainkan menjadi pertimbangan Herzog dalam menentukan anggota parlemen yang akan diberi mandat membentuk pemerintahan. Eisenkot masih harus menggalang dukungan politik untuk membentuk koalisi yang mampu memperoleh kepercayaan parlemen.
Berdasarkan hukum Israel, Herzog memiliki waktu tujuh hari sejak pengumuman hasil resmi pemilu pada Rabu (4/11) untuk menunjuk anggota Knesset yang mendapat mandat membentuk pemerintahan. Anggota parlemen yang menerima mandat memiliki waktu 28 hari untuk membentuk pemerintahan, dengan kemungkinan perpanjangan hingga 14 hari. Jika upaya pertama gagal, Herzog dapat memberikan mandat kepada anggota parlemen lain dalam waktu 28 hari tanpa perpanjangan. Apabila upaya kedua juga gagal, Knesset memasuki periode 21 hari sebelum parlemen dibubarkan dan Israel harus menggelar pemilu baru.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)