Kozo Tashima Nekat Tantang Infantino di Kursi Presiden FIFA, Ada Misi Besar di Baliknya

Kozo Tashima, eks Presiden JFA, mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA menantang petahana Gianni Infantino. Ia menyoroti integritas organisasi dan mengkritik keputusan kontroversial FIFA terkait pemain AS dan visa tim Iran. Pemilihan dijadwalkan Maret 2027 di Rabat, Maroko.

Nov 06, 2026 - 08:02
Updated: 1 day ago
0
Kozo Tashima Nekat Tantang Infantino di Kursi Presiden FIFA, Ada Misi Besar di Baliknya
Kozo Tashima Nekat Tantang Infantino di Kursi Presiden FIFA, Ada Misi Besar di Baliknya

Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Presiden Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) Kozo Tashima memastikan diri akan bersaing dalam pemilihan Presiden FIFA. Ia menantang Gianni Infantino yang saat ini menjabat sebagai petahana.

Tashima bukan sosok sembarangan di dunia sepak bola. Pria 68 tahun itu pernah menjadi pemain, pelatih, dan memimpin JFA pada periode 2016-2024. Ia juga menempuh pendidikan di German Sport University Cologne, Jerman, yang disebutnya mengubah pandangannya tentang tujuan sepak bola di masyarakat.

Dalam keterangannya kepada AFP, Tashima menegaskan bahwa pencalonannya bukan sekadar soal menang atau kalah. Ia bertekad memperbaiki integritas FIFA di tengah era bisnis yang kian kental. "Yang terburuk adalah jika dia (Infantino) terus melanjutkan pemilu tanpa melalui pemilu," ujarnya.

Tashima juga menyoroti sejumlah keputusan kontroversial FIFA di bawah kepemimpinan Infantino. Salah satunya adalah pencabutan larangan bermain bagi pemain Amerika Serikat Folarin Balogun di Piala Dunia 2026. Keputusan mendadak itu diduga kuat akibat intervensi Presiden AS Donald Trump. Selain itu, Tashima mengkritik masalah izin pembatasan perjalanan atau visa yang diberlakukan otoritas AS terhadap tim Iran di Piala Dunia.

Dukungan penuh dari JFA menjadi modal Tashima. Ia ingin menunjukkan kepada dunia bahwa sepak bola Jepang memiliki integritas yang telah dibangun bertahun-tahun. "Yang penting adalah berbagi dengan dunia tentang integritas yang telah dibangun sepak bola Jepang selama bertahun-tahun," katanya.

Jika lolos verifikasi administrasi, Tashima akan mencatat sejarah sebagai tokoh sepak bola Jepang pertama yang mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA. Pemilihan sendiri dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027 di Rabat, Maroko, dengan 211 asosiasi anggota FIFA memiliki hak suara.

Langkah Tashima ini diprediksi akan memanaskan persaingan kursi kepemimpinan FIFA. Publik menantikan apakah ia mampu mewujudkan misi pengembalian integritas ke tubuh organisasi sepak bola dunia tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User