Usai Partai Republik Kalah, Trump Justru Pamer Ballroom Mewah Gedung Putih

Presiden AS Donald Trump memamerkan pembangunan ballroom Gedung Putih dalam penampilan publik pertamanya setelah Partai Republik kalah di pemilu sela. Ia mengklaim ballroom itu akan menjadi yang terindah di dunia dan lebih banyak membahas proyek tersebut ketimbang hasil pemilu yang mengecewakan partainya.

Nov 06, 2026 - 04:02
Updated: 14 hours ago
0
Usai Partai Republik Kalah, Trump Justru Pamer Ballroom Mewah Gedung Putih
Usai Partai Republik Kalah, Trump Justru Pamer Ballroom Mewah Gedung Putih

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah memamerkan proses pembangunan ballroom di Gedung Putih. Penampilan publik tersebut menjadi yang pertama sejak Partai Republik mengalami kekalahan dalam pemilu sela AS.

Menurut laporan NBC News, Trump berkeliling ke lokasi konstruksi ballroom pada Rabu (4/11). Momen itu bertepatan dengan kekalahan telak partainya di pemilu paruh waktu.

Dalam kesempatan tersebut, Trump tampak antusias membicarakan proyek ballroom dan terkesan menghindari pembahasan mengenai kinerja Partai Republik. Ia bahkan menyebut ballroom yang sedang dibangun akan menjadi yang terindah di dunia.

"Ini adalah bangunan yang istimewa. Ini tidak hanya akan menjadi salah satu yang terbesar, tetapi juga akan menjadi ballroom terindah di dunia," kata Trump kepada para pekerja konstruksi di lokasi, seperti dikutip dari NBC News.

Ketika ditanya wartawan mengenai pernyataan Wakil Presiden AS JD Vance yang menyebut Partai Republik kalah pemilu karena perang Iran, Trump tidak menampiknya. Ia menilai pernyataan tersebut sebagian besar benar karena perang Iran telah menimbulkan dampak yang dirasakan warga Amerika.

"Saya pikir sebagian besar benar karena hal itu sedikit meningkatkan harga bensin dalam jangka pendek," ujar Trump. "Tapi, pada saat yang sama, jika saya harus mengulanginya lagi, saya akan melakukannya lagi karena itu satu-satunya solusi dalam jangka panjang. Anda tidak bisa membiarkan Iran memiliki senjata nuklir."

Meski demikian, Trump hanya sedikit berkomentar mengenai hasil pemilu sela yang mengecewakan Partai Republik. Ia lebih banyak membahas keindahan ballroom yang disebut akan menggunakan "marmer terindah".

"Saya mendapatkannya untuk lantai ballroom di Gedung Putih. Dan itu akan sangat indah. Anda akan melihat banyak kaca," katanya.

Trump pertama kali mengumumkan rencana pembangunan ballroom pada Juli 2025. Sejak itu, ia kerap membicarakan proyek tersebut dalam acara resmi Gedung Putih maupun di kampanye. Proyek ini sempat menghadapi hambatan hukum, namun pada akhir Agustus Mahkamah Agung menyatakan pembangunan dapat dilanjutkan tanpa batas waktu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User