Hui Ka Yan Dihukum Seumur Hidup, Ini Hukuman Berat Lain untuk Evergrande

Pengadilan China menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Hui Ka Yan, pendiri Evergrande Group, atas delapan dakwaan berat termasuk penipuan dan penyuapan. Aset pribadinya disita, perusahaan dan anak usahanya didenda miliaran yuan, serta lima eksekutif lainnya dipenjara 6-18 tahun. Vonis ini menjadi babak baru dari skandal yang memicu krisis properti China.

Sep 06, 2026 - 11:49
Updated: 1 month ago
0 0
Hui Ka Yan Dihukum Seumur Hidup, Ini Hukuman Berat Lain untuk Evergrande
Hui Ka Yan Dihukum Seumur Hidup, Ini Hukuman Berat Lain untuk Evergrande

Hui Ka Yan, pendiri raksasa properti China Evergrande Group, resmi divonis penjara seumur hidup oleh pengadilan China pada Kamis (20/8). Keputusan ini dijatuhkan lima tahun setelah kolapsnya Evergrande yang mengguncang perekonomian dan pasar keuangan China.

Hui, yang pernah dinobatkan sebagai orang terkaya di Asia, mengaku bersalah pada April 2026 atas delapan dakwaan berat. Dakwaan tersebut meliputi penyalahgunaan dana, penipuan penggalangan dana, penghimpunan dana publik ilegal, penyaluran pinjaman ilegal, penerbitan sekuritas bodong, hingga penyuapan.

Dalam persidangan, pengadilan juga memerintahkan penyitaan seluruh aset pribadi Hui yang berusia 67 tahun. Hakim menegaskan bahwa tindakan kriminal Evergrande, Hengda Real Estate, dan Hui melibatkan dana sangat besar, menyebabkan kerugian ekonomi signifikan dan dampak sosial serius, sehingga harus dihukum berat.

Selain vonis penjara seumur hidup, pengadilan menjatuhkan denda sebesar 8,82 miliar yuan (sekitar US$1,31 miliar) kepada Evergrande dan 7 miliar yuan kepada Hengda, anak perusahaan utamanya. Lima eksekutif senior Evergrande lainnya juga divonis penjara 6 hingga 18 tahun. Media pemerintah CCTV melaporkan total 56 orang terkait skandal Evergrande menerima vonis pada hari yang sama.

Kegagalan Evergrande membayar produk manajemen kekayaan bernilai miliaran dolar sebelumnya memicu protes warga. Banyak investor ritel berpenghasilan menengah ke bawah kehilangan seluruh tabungan mereka. Seorang warga menulis di media sosial, "Semua rakyat biasa yang harus menanggung akibatnya," sementara korban lain bertanya, "Apakah hukuman penjara ini bisa mengembalikan uang kami?"

Hui mendirikan Evergrande pada 1996 dan mengembangkannya menjadi pengembang properti terbesar di China melalui strategi utang agresif. Pada 2017, Forbes mencatat kekayaan bersihnya mencapai US$45,3 miliar. Namun, Evergrande gagal bayar atas utang yang membengkak hingga US$300 miliar. Pengadilan Hong Kong memerintahkan likuidasi pada 2024, dan sahamnya resmi dihapus dari bursa.

Runtuhnya Evergrande pada 2021 disebut sebagai pemicu utama krisis properti China yang masih berlanjut. Dampaknya dirasakan investor obligasi global hingga perbankan domestik yang menanggung kerugian miliaran dolar. Sebelumnya, Hui mengaku bersalah dalam sidang dua hari, sekitar tiga tahun setelah berada di bawah pengawasan aparat. Xinhua melaporkan, "Kami mencatat bahwa terdakwa mengaku bersalah di pengadilan dan menyampaikan penyesalan."

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User