BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Berakhir Oktober, Ini Wilayah yang Lebih Dulu Diguyur Hujan

BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan berakhir sekitar pertengahan Oktober, kemudian bertahap memasuki musim hujan mulai November. Fenomena El Nino yang diprediksi bertahan hingga awal 2027 disebut tidak terlalu berpengaruh pada musim hujan, namun dampaknya terasa saat puncak kemarau.

Sep 06, 2026 - 11:49
Updated: 2 months ago
0
BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Berakhir Oktober, Ini Wilayah yang Lebih Dulu Diguyur Hujan
BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Berakhir Oktober, Ini Wilayah yang Lebih Dulu Diguyur Hujan

Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan kabar terbaru mengenai durasi musim kemarau yang masih melanda sejumlah wilayah Indonesia. Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengungkapkan bahwa musim kemarau tahun ini diprakirakan akan berakhir sekitar pertengahan Oktober 2026.

"Pada umumnya musim kemarau tahun 2026 di Indonesia akan berakhir di sekitar pertengahan bulan Oktober," ujar Ardhasena dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, Kamis (30/7). Pernyataan ini sekaligus menjawab pertanyaan banyak pihak mengenai kapan musim hujan akan tiba di tengah kekeringan dan kebakaran hutan yang terjadi.

Setelah periode kemarau berakhir, sejumlah wilayah Indonesia secara bertahap akan memasuki musim hujan. Ardhasena menjelaskan, wilayah Indonesia bagian barat akan menjadi daerah yang lebih dulu merasakan datangnya hujan. Memasuki November, musim hujan diprediksi mulai merata di berbagai wilayah lainnya, termasuk sebagian besar Pulau Jawa.

Kondisi tersebut terlihat dari peta prakiraan iklim yang menunjukkan munculnya warna kuning pada Oktober dan November, menandakan curah hujan mulai normal. "Bulan Oktober dan November kita mulai muncul warna kuning yang menunjukkan bahwa hujan di wilayah Indonesia mulai normal walaupun juga kita lihat di bulan November itu hujan di Pulau Jawa misalkan, masih di bawah normal, tapi hujannya sudah mulai datang dan masuk ke wilayah Jawa," tuturnya.

Menariknya, musim hujan tahun ini akan berlangsung bersamaan dengan fenomena El Nino. BMKG memprediksi El Nino akan bertahan hingga awal 2027 dan mencapai puncaknya pada Desember 2026. Meski demikian, Ardhasena menegaskan bahwa fenomena ini tidak akan terlalu berpengaruh terhadap musim hujan, tetapi dampaknya akan sangat terasa ketika memasuki puncak musim kemarau.

"Dampak El Nino di Indonesia itu juga sangat bergantung dengan bagaimana kondisi panasnya laut di sekitar wilayah Indonesia. Jadi tidak serta-merta dampaknya akan persis sama dengan tahun-tahun sebelumnya," jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa tidak ada satu kejadian El Nino yang selalu sama dengan El Nino tahun sebelumnya, maupun dampak yang selalu identik dengan kejadian El Nino berikutnya.

Dengan prediksi ini, masyarakat diharapkan dapat mempersiapkan diri menghadapi peralihan musim, terutama bagi daerah yang selama ini mengalami kekeringan ekstrem.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User