BRI Dukung Koperasi Merah Putih, Layanan Keuangan Kini Makin Dekat ke Desa
BRI memperkuat akses layanan keuangan dan sinergi dengan pemerintah dalam pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Melalui BRILink Agen, masyarakat desa dapat bertransaksi, menabung, hingga mengakses pinjaman. Langkah ini mendukung program prioritas Presiden Prabowo untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi desa dan ketahanan pangan nasional.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai pusat aktivitas ekonomi desa. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan akses layanan keuangan yang terintegrasi dengan kegiatan koperasi, salah satunya dengan mengoptimalkan jaringan BRILink Agen.
Langkah ini sejalan dengan partisipasi BRI dalam kegiatan Sinergi Penguatan KDKMP untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional yang berlangsung di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, dan Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, pada Kamis (15/10). Kegiatan ini melibatkan pengelola koperasi serta masyarakat setempat.
Di Lampung Selatan, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Direktur Legal & Compliance BRI Mahdi Yusuf, SEVP Institutional Business BRI Suyitno, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi, serta Deputi Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Pemberdayaan Masyarakat Kemensetneg Johar Arifin mengunjungi KDKMP Desa Bumisari, Kecamatan Natar. Dalam kesempatan itu, BRI melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli menyalurkan bantuan sembako bagi warga Desa Bumisari.
Sementara itu, di Jawa Timur, Menteri Koperasi Ferry Juliantono bersama Direktur Commercial BRI Alexander Dippo Paris meninjau KDKMP Sambiroto, KDKMP Nglawak, dan KDKMP Garu Nganjuk. Kunjungan tersebut memeriksa langsung stok di gudang, barang di rak, serta transaksi di kasir, sekaligus mendengarkan penilaian warga mengenai harga dan layanan. Temuan lapangan akan segera ditindaklanjuti oleh Kementerian Koperasi, Agrinas, dan BUMN pemasok agar subsidi negara tepat sasaran.
Zulkifli Hasan menegaskan bahwa KDKMP merupakan program yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi desa. "Tujuannya agar desa memiliki pusat pertumbuhan ekonomi sehingga bisa semakin maju dan berkembang. Koperasi ini juga diharapkan dapat menjadi wadah bagi para wirausaha muda serta berperan sebagai entrepreneur. Di sisi lain, KDKMP juga berperan sebagai offtaker yang menyerap hasil panen petani sehingga mampu menjaga kestabilan harga," ujarnya.
Dalam mendukung ekosistem KDKMP, BRI menghadirkan layanan perbankan yang terintegrasi dengan aktivitas koperasi. Direktur Commercial BRI Alexander Dippo Paris menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen mendekatkan akses layanan keuangan kepada masyarakat. "Kami mendukung KDKMP dengan menghadirkan akses layanan keuangan yang benar-benar dekat dengan masyarakat. Melalui KDKMP yang memiliki BRILink Agen, masyarakat dapat bertransaksi, menabung, hingga mengembangkan usaha melalui fasilitas pinjaman," ujar Dippo.
Melalui BRILink Agen, masyarakat dapat melakukan berbagai transaksi seperti setor dan tarik tunai, transfer, pembayaran tagihan, hingga pembelian produk dan layanan tertentu. Jaringan ini juga mendukung perluasan akses produk simpanan dan pembiayaan BRI melalui mekanisme rujukan atau referral sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, BRI menyediakan layanan cash pick up serta ekosistem pembayaran QRIS merchant untuk memudahkan akses keuangan di pedesaan.
Ke depan, BRI akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam mengembangkan KDKMP. Melalui perluasan akses layanan keuangan, penguatan transaksi, serta dukungan terhadap aktivitas usaha produktif, BRI berupaya memastikan kehadiran koperasi memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus memperkokoh fondasi ekonomi kerakyatan.
Sebagai informasi, rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari agenda kunjungan pemerintah yang melibatkan 19 menteri, wakil menteri, dan pimpinan lembaga ke 107 KDKMP di tujuh provinsi. Seiring rampungnya pembangunan 27.894 bangunan KDKMP, kunjungan tersebut bertujuan memastikan kesiapan operasional koperasi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya penyediaan barang bersubsidi seperti beras SPHP, MinyaKita, LPG 3 kg, dan pupuk bersubsidi dengan harga sesuai ketentuan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)