Guru Dipecat gegara Pakai Hijab, Murid-Murid di Azerbaijan Demo dan Boikot Sekolah

Sejumlah video viral memperlihatkan murid-murid di Azerbaijan menangis dan memeluk guru mereka yang dipecat karena memakai hijab. Aksi solidaritas ini muncul setelah pemerintah memperbarui aturan berpakaian yang lebih sekuler di sekolah. Siswa di dua sekolah bahkan memboikot kegiatan belajar sebagai bentuk protes.

Oct 12, 2026 - 16:02
Updated: 2 days ago
0 0
Guru Dipecat gegara Pakai Hijab, Murid-Murid di Azerbaijan Demo dan Boikot Sekolah
Guru Dipecat gegara Pakai Hijab, Murid-Murid di Azerbaijan Demo dan Boikot Sekolah

Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan aksi solidaritas murid-murid sekolah di Azerbaijan terhadap guru perempuan mereka yang dilaporkan dipecat karena mengenakan hijab. Dalam rekaman tersebut, anak-anak sekolah tampak mengerubungi dan memeluk sang guru sambil menangis. Video serupa juga bermunculan di linimasa netizen lokal, memperlihatkan puluhan siswi yang menangis dan memohon agar guru mereka diizinkan kembali mengajar.

Peristiwa ini terjadi setelah pemerintah Azerbaijan memperbarui aturan tata cara berpakaian yang dinilai lebih sekuler di lingkungan sekolah. Meski aturan baru tersebut tidak secara eksplisit melarang penggunaan hijab, sejumlah guru mengaku tetap diminta melepas hijab atau mengundurkan diri dari pekerjaan mereka.

Salah satu guru yang terdampak, Zahra Hasanova, mengungkapkan bahwa dirinya baru saja dipanggil pihak sekolah dan dilarang datang ke kelas dengan mengenakan hijab. "Sejujurnya, saya sedikit emosional, saya sakit hati. Saya ingin kebebasan menggunakan hijab. Ini soal pilihan personal," kata Hasanova. Ia menegaskan bahwa jika suatu saat ia melepas hijab, keputusan itu harus datang dari keinginannya sendiri, bukan karena paksaan.

Dalam potongan video lain, terlihat puluhan siswi berdemonstrasi setelah dilaporkan diusir dari sekolah karena memakai hijab. Aksi protes ini juga meluas ke dua sekolah di Azerbaijan, di mana para siswa memboikot kegiatan belajar sebagai bentuk penolakan terhadap pembatasan bagi siswa yang mengenakan hijab.

Menurut laporan Meydan TV dan rekaman yang beredar, siswa di Sekolah Nomor 69 di Baku serta Sekolah Menengah B. Shiriyev di Desa Mollaoba, Distrik Masally, menolak mengikuti pelajaran. Mereka menuntut agar teman-teman sekelas mereka yang mengenakan hijab diizinkan kembali bersekolah.

Departemen Pendidikan Kota Baku mengumumkan akan mulai memantau penerapan ketentuan baru tersebut di sekolah-sekolah negeri. Kebijakan ini menuai kritik dari siswa dan orang tua yang menilai aturan itu membatasi hak atas pendidikan bagi anak perempuan yang mengenakan hijab.

Berdasarkan Konstitusi Azerbaijan, negara menjamin hak atas pendidikan menengah umum yang gratis dan wajib. Namun, tidak ada pasal khusus dalam konstitusi yang secara eksplisit memberikan hak kepada individu untuk mengenakan hijab di sekolah. Situasi ini memicu perdebatan di tengah masyarakat mengenai batas antara kebijakan sekuler dan kebebasan beragama.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User