Grebeg Ageng Andum Apem Yaaqawiyyu Dorong Perekonomian Lokal Klaten

Tradisi Grebeg Ageng Andum Apem Yaaqawiyyu di Klaten, Jawa Tengah, tidak hanya melestarikan budaya tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi kegiatan yang menarik sekitar 50 ribu pengunjung dan meningkatkan pendapatan pelaku UMKM, termasuk pedagang dan pembuat kue apem.

Aug 7, 2026 - 03:57
Aug 7, 2026 - 03:57
 0
Grebeg Ageng Andum Apem Yaaqawiyyu Dorong Perekonomian Lokal Klaten
Grebeg Ageng Andum Apem Yaaqawiyyu Dorong Perekonomian Lokal Klaten

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya tradisi Grebeg Ageng Andum Apem Yaaqawiyyu Eyang Kiai Ageng Gribig di Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Jumat (31/7). Tradisi tahunan ini dinilai tidak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.

Grebeg Ageng merupakan tradisi penyebaran kue apem yang terbuat dari tepung beras, yang pertama kali diperkenalkan oleh Kiai Ageng Gribig. Ulama besar bernama asli Syekh Wasibagno Timur ini dikenal sebagai keturunan Raja Majapahit, Brawijaya V, dan berperan penting dalam penyebaran Islam di Jawa melalui pendekatan yang lembut dan bijaksana.

Dalam sambutannya, Airlangga menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara puncak yang dihadiri ribuan orang. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus mempertahankan tradisi ini, bahkan hingga 400 tahun ke depan. Menurutnya, kegiatan yang mengusung tema "Ingaluhur Rinasa Trusthaning Gusti" ini mengajarkan nilai-nilai ketawakalan dan kerendahan hati.

Rangkaian acara Grebeg Ageng tahun 2026 telah dimulai sejak 16 Juli dengan berbagai kegiatan keagamaan dan budaya, seperti Semakan Al Qur'an, Maulid Al Barzanji, festival seni budaya, hingga Kirab Gunungan Apem. Puncak acara diperkirakan dihadiri sekitar 50 ribu orang, menunjukkan antusiasme masyarakat yang terus meningkat setiap tahunnya.

Airlangga berharap nilai-nilai yang diajarkan Kiai Ageng Gribig dapat terus dilanjutkan, terutama dalam mendorong perekonomian dan kebahagiaan masyarakat. Kegiatan selama sepekan ini terbukti memberikan lonjakan pendapatan bagi pelaku usaha mikro, seperti pedagang kaki lima, penyedia oleh-oleh, serta pembuat dan penjual kue apem yang menerima pesanan hingga 6-7 ton.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, menambahkan bahwa sektor jasa juga ikut diberdayakan, termasuk pengelola parkir, penyedia transportasi lokal, dan warga yang membuka warung atau angkringan. Hal ini menunjukkan bahwa tradisi budaya tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi kerakyatan yang signifikan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0