Laba Bank Mandiri Tembus Rp46,5 Triliun hingga Oktober 2026, Kredit Tumbuh 16,5 Persen

Bank Mandiri mencatat laba bersih bank only Rp46,5 triliun hingga Oktober 2026, naik 19,6 persen secara tahunan. Pertumbuhan didukung kredit yang naik 16,5 persen menjadi Rp1.635 triliun, kualitas aset membaik dengan NPL gross 0,97 persen, serta penguatan layanan transaksi digital Kopra dan Livin'.

Nov 07, 2026 - 12:01
Updated: 2 days ago
0
Laba Bank Mandiri Tembus Rp46,5 Triliun hingga Oktober 2026, Kredit Tumbuh 16,5 Persen
Laba Bank Mandiri Tembus Rp46,5 Triliun hingga Oktober 2026, Kredit Tumbuh 16,5 Persen

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membukukan laba bersih secara bank only sebesar Rp46,5 triliun hingga Oktober 2026. Capaian itu tumbuh 19,6 persen secara tahunan (year on year/YoY), ditopang ekspansi kredit berkualitas dan kenaikan pendapatan dari layanan transaksi.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menyatakan pertumbuhan kredit dijalankan dengan disiplin dalam memilih sektor dan menjaga kualitas pembiayaan. Menurutnya, pendanaan yang kuat serta meningkatnya aktivitas transaksi nasabah menjadi fondasi untuk menghasilkan kinerja yang konsisten sekaligus mendukung kegiatan ekonomi.

Dari sisi penyaluran kredit, Bank Mandiri mencatat pertumbuhan 16,5 persen YoY menjadi Rp1.635 triliun. Pembiayaan diarahkan ke sektor-sektor produktif dan resilien, seperti pemerintahan, energi dan air, logistik, industri pengolahan logam, serta makanan dan minuman.

Kualitas aset turut membaik, tercermin dari penurunan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross secara bank only ke level 0,97 persen dari sebelumnya 1,02 persen. Rasio NPL coverage berada di posisi 244,5 persen, sementara biaya risiko kredit terjaga sebesar 0,55 persen.

Bank Mandiri juga mengoptimalkan pendekatan pembiayaan berbasis ekosistem di sepanjang rantai pasok. Strategi ini membuat penyaluran kredit menjangkau korporasi besar, pemasok, distributor, hingga UMKM, sehingga memperluas dampak ekonomi dari pembiayaan korporasi dan membuka akses finansial bagi pelaku usaha kecil.

Bisnis transaksi digital menjadi penggerak pertumbuhan lainnya. Pada segmen wholesale, pengguna Kopra by Mandiri mencapai 455 ribu atau naik 48,6 persen YoY, dengan frekuensi transaksi 1,32 miliar yang tumbuh 8,03 persen YoY. Sementara di segmen ritel, pengguna terdaftar Livin' by Mandiri meningkat 20,4 persen YoY menjadi 43 juta, dengan frekuensi transaksi 4,22 miliar atau melonjak 27,8 persen YoY.

Peningkatan aktivitas transaksi itu menyokong pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 15,1 persen YoY menjadi Rp1.762 triliun. Giro dan tabungan (current account savings account/CASA) naik 15,5 persen YoY menjadi Rp1.265 triliun dengan rasio CASA 71,8 persen. Rinciannya, giro tumbuh 19,3 persen YoY menjadi Rp679 triliun dan tabungan naik 11,3 persen YoY menjadi Rp586 triliun.

Kontribusi transaksi juga terlihat pada fee-based income recurring yang tumbuh 19,8 persen YoY menjadi Rp17,2 triliun. Pendapatan berbasis komisi dari Livin' dan Kopra masing-masing meningkat 40,9 persen dan 21,1 persen YoY. Pertumbuhan ini turut ditunjang pengembangan bisnis emas sebagai salah satu mesin pertumbuhan baru Bank Mandiri.

Sebagai bank konvensional pertama di Indonesia yang mengantongi izin bank bullion, Bank Mandiri menghadirkan layanan Tabungan Emas di Livin' untuk jual beli emas digital serta KSM Emas untuk pembelian cicilan. Nasabah juga dapat menarik saldo tabungan emas dalam bentuk fisik melalui ATM Emas dan kantor cabang tertentu. Livin' juga dilengkapi fitur Livin' Food yang memfasilitasi pencarian merchant, pemesanan makanan, dan pembayaran dalam satu aplikasi, dengan lebih dari 2.300 merchant yang mayoritas pelaku UMKM pada tahap awal. Ada pula Livin' Call untuk mengakses contact center 24 jam via internet tanpa biaya pulsa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User