Demokrat Rebut Kongres AS, Mampukah Bendung Langkah Trump soal Perang Iran?
Kemenangan telak Partai Demokrat di Kongres AS membuka ruang pengawasan lebih besar terhadap pemerintahan Donald Trump, termasuk soal perang melawan Iran. Demokrat disebut berpeluang membatasi melalui kewenangan anggaran, tetapi setiap RUU butuh dukungan dua pertiga suara untuk menghindari veto presiden. Para ahli menilai Trump tetap memegang kendali kebijakan luar negeri sebagai presiden.
Kemenangan besar Partai Demokrat dalam pemilihan Kongres Amerika Serikat dinilai berpotensi mengubah peta kekuatan politik terhadap pemerintahan Presiden Donald Trump. Para pengamat menyebut Demokrat kini punya ruang lebih luas untuk mengawasi jalannya pemerintahan, menentukan prioritas anggaran, hingga menentang arah kebijakan luar negeri Trump.
Salah satu isu yang diprediksi menjadi sorotan utama adalah perang melawan Iran. Direktur Program AS dan Amerika Utara Chatham House, Laurel Rapp, mengatakan kepada CNBC bahwa serangan AS ke Iran telah memicu lonjakan harga bahan bakar dan meningkatkan biaya hidup warga Amerika. Kondisi itu membuat isu perang Iran berpotensi menjadi bahan perdebatan serius di Kongres.
Menurut Rapp, Partai Demokrat akan berupaya menggalang suara di DPR dan Senat untuk membatasi langkah Partai Republik serta mengekang kekuasaan pemerintahan dalam perang melawan Iran. Namun, ia mengingatkan bahwa upaya tersebut belum tentu mengikat pemerintahan. Demokrat, kata dia, dapat memanfaatkan kewenangan Kongres dalam mengalokasikan anggaran untuk mencoba membatasi perang.
Kendati demikian, setiap rancangan undang-undang tetap membutuhkan dukungan dua pertiga suara di DPR maupun Senat agar dapat menghindari veto presiden. Ambang suara tinggi itu menjadi tantangan tersendiri bagi Demokrat untuk benar-benar menahan langkah Trump.
Peneliti senior di German Marshall Fund, JC Lintzenich, menegaskan bahwa kekuatan Demokrat di Kongres tidak serta-merta menggeser kekuasaan presiden. Ia mengingatkan bahwa pemilihan ini mengubah komposisi Kongres, bukan presiden. Menurutnya, Presiden AS masih memiliki banyak kewenangan, termasuk dalam menghadapi situasi yang belum tuntas di Iran serta konflik Rusia dan Ukraina.
Lintzenich menambahkan, kebijakan luar negeri tetap dijalankan oleh presiden dan para pejabat yang ditunjuknya. Yang akan terlihat ke depan, ujarnya, adalah pengawasan Kongres yang sedikit lebih ketat, termasuk dalam penerapan pendanaan untuk Ukraina yang diwajibkan oleh undang-undang dan peraturan.
Sementara itu, Kepala Ekonom Berenberg, Holger Schmieding, memperingatkan bahwa Trump berpotensi menghadapi banyak masalah seiring dikuasainya Kongres oleh Demokrat. Ia menilai Kongres kemungkinan besar tidak bersedia mendanai perang, terutama perang Iran. Namun, Schmieding tidak menutup kemungkinan Trump akan melawan dan justru semakin terdorong mengejar petualangan geopolitik yang berbahaya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)