Anwar Ibrahim Peringatkan Warga Malaysia, Ancaman Perang Nyata Usai Serangan Siber Meluas

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim meminta warganya bersiap menghadapi kemungkinan perang setelah sejumlah negara Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang melaporkan dugaan serangan siber. Anwar menegaskan ancaman itu bukan hal jauh dan malam ini pemerintah menggelar rapat lintas departemen, sementara Bank Negara Malaysia akan menggelar sesi khusus dengan lembaga keuangan.

Nov 03, 2026 - 12:02
Updated: 9 hours ago
0
Anwar Ibrahim Peringatkan Warga Malaysia, Ancaman Perang Nyata Usai Serangan Siber Meluas
Anwar Ibrahim Peringatkan Warga Malaysia, Ancaman Perang Nyata Usai Serangan Siber Meluas

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyerukan masyarakat Negeri Jiran agar tidak menganggap remeh ancaman perang yang muncul menyusul laporan dugaan serangan siber di sejumlah negara Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang. Seruan itu disampaikan Anwar dalam pernyataannya kepada parlemen pada Selasa (3/11).

Menurut Anwar, ancaman tersebut tidak bisa diabaikan hanya karena terjadi jauh dari wilayah Malaysia. Ia menilai Kuala Lumpur juga berpotensi menghadapi risiko serupa. "Jangan berasumsi bahwa ancaman-ancaman ini jauh dari kita," kata Anwar, seperti dikutip Malay Mail.

Anwar mengungkapkan bahwa Dewan Keamanan Nasional (MKN) menyarankan dirinya menyampaikan pernyataan itu guna mengingatkan para anggota parlemen serta masyarakat umum. Ia menekankan apa yang terjadi di Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang telah mengejutkan negara-negara tersebut.

Merespons situasi ini, pemerintah Malaysia akan menggelar rapat bersama seluruh departemen pada malam harinya. Rapat tersebut dijadwalkan dipimpin Sekretaris Utama Pemerintah Tan Sri Shamsul Azri Abu Bakar. Sementara itu, Bank Negara Malaysia akan mengadakan sesi khusus dengan semua lembaga keuangan di Negeri Jiran.

Dalam tanggapannya kepada anggota parlemen Ronald Kiandee, Anwar menyoroti pesatnya perkembangan Malaysia sebagai pusat digital regional yang menempatkan negara itu pada risiko tinggi menjadi target sasaran. Pemerintahannya pun gencar mendorong Malaysia mencapai status negara berpenghasilan tinggi dengan bertaruh pada perkembangan kecerdasan buatan, termasuk meluncurkan insentif pajak senilai miliaran ringgit untuk menarik investor.

Sejumlah perusahaan teknologi dan chip raksasa seperti Google dan Nvidia turut menggelontorkan dana ke Malaysia. Anwar khawatir perkembangan digital Malaysia dapat menyaingi kemampuan yang ditemukan di Eropa sehingga meningkatkan risiko Malaysia ikut diserang.

Anwar menyebut Putrajaya akan mengadakan pembicaraan soal keamanan nasional secara tertutup yang dipimpin MKN untuk seluruh anggota parlemen. Pengarahan tersebut rencananya dilakukan dalam beberapa hari ke depan.

"Saya ingin menekankan bahwa atas nama pemerintah, setiap hari, semua lembaga, menteri, dan kementerian diminta terus menjalankan tugas mereka guna memastikan koordinasi yang efektif dan bahwa daerah perkotaan di bawah pengawasan mereka sepenuhnya siap," tegas Anwar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User