OPEC+ Kunci Target Produksi November, Harga Minyak Bertahan di Atas US$100 per Barel

OPEC+ memutuskan mempertahankan target produksi minyak November 2026 sebesar 31,01 juta barel per hari. Keputusan tujuh anggota inti ini sesuai ekspektasi pasar, sementara harga minyak Brent masih bertahan di atas US$100 per barel akibat pasar yang ketat dan konflik Timur Tengah.

Oct 05, 2026 - 12:02
Updated: 17 hours ago
0 0
OPEC+ Kunci Target Produksi November, Harga Minyak Bertahan di Atas US$100 per Barel
OPEC+ Kunci Target Produksi November, Harga Minyak Bertahan di Atas US$100 per Barel

OPEC+ resmi memutuskan untuk tidak mengubah target produksi minyak mereka pada November 2026. Dalam pertemuan daring yang digelar Minggu (4/10), kelompok negara pengekspor minyak itu menyepakati angka produksi tetap di level 31,01 juta barel per hari.

Keputusan tersebut diambil oleh tujuh anggota inti OPEC+, yaitu Arab Saudi, Rusia, Irak, Kuwait, Aljazair, Kazakhstan, dan Oman. Langkah ini sejalan dengan ekspektasi pasar yang memperkirakan tidak akan ada perubahan kebijakan produksi hingga tahun depan.

Analis UBS, Giovanni Staunovo, menilai keputusan tersebut sudah sesuai dengan perkiraan pasar. Meski aliran minyak melalui Selat Hormuz mulai meningkat, ia menyoroti bahwa tingkat produksi negara-negara OPEC+ masih jauh di bawah kuota yang ditetapkan. Kondisi inilah yang membuat pasar minyak tetap ketat.

"Kelompok tujuh OPEC+ mempertahankan batas produksi mereka, sesuai dengan ekspektasi pasar. Namun, meski arus melalui Selat Hormuz meningkat, tingkat produksi mereka masih jauh di bawah kuota," ujar Staunovo seperti dikutip dari Reuters.

Di sisi lain, harga minyak sempat mengalami penurunan pada Jumat (2/10) setelah para pemimpin Eropa menyetujui permintaan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk melepas cadangan diesel. Kendati demikian, harga minyak mentah Brent tetap bertahan di atas US$100 per barel.

Harga tersebut tercatat masih jauh lebih tinggi dibandingkan sekitar US$73 per barel sebelum perang Iran dimulai pada akhir Februari 2026. Konflik di Timur Tengah itu juga disebut menghambat kajian kapasitas produksi OPEC+ yang dibutuhkan untuk menentukan kuota masing-masing anggota pada 2027.

Ketidakpastian terkait kemampuan produksi di masa depan membuat kajian tersebut belum bisa diselesaikan. Sepanjang 2026, OPEC+ sebenarnya telah berupaya meningkatkan target produksi setelah bertahun-tahun menerapkan pemangkasan. Namun, sebagian besar kenaikan itu belum terealisasi akibat konflik yang masih berlangsung.

Tujuh anggota inti OPEC+ tercatat memproduksi sekitar 25 juta barel per hari pada Agustus 2026, naik 630 ribu barel per hari dari Juli. Meski demikian, angka itu masih sekitar 5 juta barel per hari lebih rendah dibandingkan tingkat produksi sebelum perang pada Februari.

Saat ini OPEC+ masih memiliki sekitar 2 juta barel per hari pemangkasan produksi yang berlaku bagi sebagian besar anggotanya. Kelompok ini membutuhkan hasil kajian kapasitas produksi untuk menentukan pembagian kenaikan produksi berikutnya, dan perubahan target diperkirakan baru akan dilakukan pada 2027. OPEC+ dijadwalkan kembali menggelar pertemuan pada 1 November 2026.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User