Aksi Heroik Wali Kota Saint Denis Halau Polisi demi Lindungi Pelajar yang Demo, Terkena Gas Air Mata

Wali Kota Saint Denis, Bally Bagayoko, viral setelah terekam melindungi pelajar yang berdemonstrasi dari serbuan polisi anti huru-hara. Ia bahkan terkena gas air mata dalam aksi tersebut. Demo pelajar di Prancis menuntut perbaikan sistem pendidikan yang dinilai penuh ketidaksetaraan, bangunan rusak, kelas sesak, hingga kekurangan guru.

Oct 07, 2026 - 12:02
Updated: 2 days ago
0 0
Aksi Heroik Wali Kota Saint Denis Halau Polisi demi Lindungi Pelajar yang Demo, Terkena Gas Air Mata
Aksi Heroik Wali Kota Saint Denis Halau Polisi demi Lindungi Pelajar yang Demo, Terkena Gas Air Mata

Wali Kota Saint Denis, Prancis, Bally Bagayoko, menjadi perbincangan luas di media sosial setelah sebuah video memperlihatkan dirinya berada di garis depan untuk melindungi para pelajar yang sedang berdemonstrasi dari tindakan aparat kepolisian. Dalam rekaman yang beredar, Bagayoko yang mengenakan setelan jas terlihat berdiri menghadang polisi yang terus berusaha mendekati kerumunan pengunjuk rasa.

Situasi dalam demonstrasi tersebut memanas. Asap hitam terlihat mengepul di belakang para demonstran saat polisi anti huru-hara berupaya merangsek ke arah mereka. Bagayoko pun turut terdampak gas air mata yang ditembakkan aparat. Video lain menunjukkan sejumlah orang memapahnya dan meneteskan obat mata untuk meredakan rasa perih akibat paparan gas tersebut.

Aksi solidaritas Bagayoko ini terjadi di tengah gelombang demonstrasi pelajar yang melanda berbagai wilayah Prancis. Para pelajar menuntut perbaikan sistem pendidikan yang mereka nilai belum memadai. Mereka menyoroti sejumlah persoalan mendasar, mulai dari ketidaksetaraan dalam akses pendidikan hingga kondisi fasilitas sekolah yang memprihatinkan.

Menurut para pengunjuk rasa, banyak bangunan sekolah di Prancis mengalami kerusakan. Ukuran kelas dinilai terlalu besar atau sesak, sementara meja dan kursi kurang mencukupi. Kekurangan tenaga pengajar juga menjadi keluhan utama. Beberapa sekolah menengah, terutama di daerah pinggiran, disebut berada dalam kondisi bobrok.

Rekaman yang diambil oleh pelajar dan pengajar memperlihatkan sejumlah masalah serius di sekolah-sekolah tersebut. Atap yang bocor, tikus yang berkeliaran, lubang pada dinding dan langit-langit, toilet rusak, hingga minimnya meja dan kursi menjadi bukti nyata buruknya fasilitas pendidikan yang mereka terima.

Selain persoalan fasilitas, para pelajar juga memprotes durasi jam belajar yang dinilai terlalu panjang. Mereka menyebut kegiatan belajar mengajar berlangsung dari pukul 08.00 hingga 18.00 waktu setempat dengan banyak jeda. Jam belajar di Prancis diketahui lebih panjang dibandingkan rata-rata negara anggota OECD.

Aksi demonstrasi ini mencerminkan kekecewaan mendalam para pelajar terhadap kondisi pendidikan di negara mereka. Tuntutan mereka mencakup perbaikan menyeluruh, mulai dari infrastruktur sekolah hingga kesejahteraan tenaga pendidik. Video yang menampilkan Wali Kota Bagayoko melindungi para pelajar pun menjadi simbol perlawanan terhadap ketidakadilan yang mereka rasakan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah Prancis terkait tuntutan para pelajar. Namun, aksi yang dilakukan Bagayoko telah memicu perhatian publik luas, baik di Prancis maupun di media sosial internasional, menyoroti pentingnya perlindungan terhadap hak-hak pelajar dan kebebasan berekspresi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User