Akses Pulau Palue Kembali Terbuka, PU Pastikan Jalur Logistik dan Evakuasi Warga Pulih

Kementerian PU memastikan akses jalan utama di Pulau Palue, NTT, kembali terbuka setelah menangani 13 titik longsor. Selain memulihkan konektivitas, kementerian juga memperkuat layanan air minum dan sanitasi bagi ribuan pengungsi di dua posko utama di Kecamatan Reok.

Aug 31, 2026 - 03:26
Updated: 2 months ago
0
Akses Pulau Palue Kembali Terbuka, PU Pastikan Jalur Logistik dan Evakuasi Warga Pulih
Akses Pulau Palue Kembali Terbuka, PU Pastikan Jalur Logistik dan Evakuasi Warga Pulih

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan akses jalan utama di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali terbuka setelah seluruh titik longsor akibat gempa berhasil ditangani. Pembukaan akses ini menjadi langkah penting untuk memulihkan mobilitas warga dan kelancaran distribusi bantuan.

Pada Sabtu (22/8) pagi, Kementerian PU menyelesaikan penanganan 10 titik longsor di Ruas Jalan Krica-Nitung sepanjang 10,5 kilometer. Selain itu, tiga titik longsor di Ruas Krica-Lidi sepanjang 4,1 kilometer juga telah ditangani melalui koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sikka.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pemulihan konektivitas menjadi prioritas utama karena jalan merupakan jalur vital bagi pergerakan masyarakat sekaligus distribusi bantuan dan kebutuhan dasar. "Jalan dan jembatan merupakan urat nadi pergerakan masyarakat dan distribusi logistik," ujarnya dalam keterangan resmi.

Untuk mempercepat proses pembersihan material longsoran, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT memobilisasi dua excavator dan satu kendaraan pikap dari Pelabuhan Maumere menuju Pulau Palue. Peralatan berat ini diharapkan mampu menuntaskan sisa pekerjaan di lapangan.

Selain memulihkan akses, Kementerian PU juga memperkuat pemenuhan kebutuhan air minum dan sanitasi bagi masyarakat terdampak gempa yang masih bertahan di pengungsian. Dua posko pengungsian terpusat di Kecamatan Reok, yakni Posko Golo Conggo dengan 1.111 pengungsi dan Posko Barangkolong dengan 1.512 pengungsi.

Pelayanan air minum di kedua lokasi didukung oleh lima unit unit pengolahan air (HU) berkapasitas masing-masing 1.000 liter dari Pertamina dan Brimob. Distribusi air juga dilakukan menggunakan tiga mobil tangki air milik PDAM Komodo dengan sumber dari SPAM IKK Reok.

Kementerian PU saat ini memobilisasi tambahan peralatan dari Lombok menuju Reok, terdiri atas empat mobil tangki air, satu mobil vakum, dan satu dump truck. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan air bersih dan sanitasi yang layak bagi para pengungsi selama masa tanggap darurat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User