El Nino Godzilla Mengancam, Menhut Ingatkan Karhutla Bisa Seperti 2015

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meminta kewaspadaan terhadap potensi karhutla akibat El Nino kuat yang disebut El Nino Godzilla. Fenomena ini diperkirakan menyerupai 2015, saat 2,6 juta hektare lahan terbakar dan berbagai aktivitas terganggu. BMKG menegaskan istilah tersebut tidak resmi, namun data menunjukkan El Nino sudah sangat kuat.

Aug 31, 2026 - 03:26
Updated: 2 months ago
0
El Nino Godzilla Mengancam, Menhut Ingatkan Karhutla Bisa Seperti 2015
El Nino Godzilla Mengancam, Menhut Ingatkan Karhutla Bisa Seperti 2015

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengingatkan Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dipicu oleh fenomena El Nino kuat, yang kerap dijuluki El Nino Godzilla. Ia menyebut kekuatan El Nino tahun ini diperkirakan menyerupai kondisi 2015, ketika karhutla melanda dalam skala besar.

"Kita benar-benar harus waspada soal karhutla tahun ini. Laporan BMKG Agustus-Oktober adalah El Nino sangat kuat. Sering disebut El Nino Godzilla, meskipun ini bukan terminologi baku," kata Antoni pada 10 Agustus lalu, seperti dikutip dari Antara.

Antoni mengingatkan dampak karhutla pada 2015 tidak hanya merusak hutan dan lahan, tetapi juga mengganggu berbagai aktivitas masyarakat. "Seperti diketahui pada 2015, sebanyak 2,6 juta hektare hutan dan lahan terbakar, airport tutup. Pasar, pusat perbelanjaan dan sekolah tutup. Rumah sakit penuh oleh masyarakat yang terserang infeksi saluran pernapasan akut (ISPA)," jelasnya.

El Nino Godzilla sendiri merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kekuatan fenomena iklim tersebut. Istilah ini pertama kali dilontarkan oleh ahli klimatologi NASA, Bill Patzert, pada 2015. Menurut ABC, istilah ini bukan terminologi teknis atau ilmiah, melainkan cara untuk menggambarkan El Nino yang diprediksi menjadi salah satu yang terkuat sejak pencatatan dimulai pada 1950.

El Nino adalah fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik ekuator yang berdampak pada musim kemarau lebih panjang dan kering di Indonesia. Namun, BMKG menegaskan bahwa istilah El Nino Godzilla tidak ada dalam khasanah klimatologi resmi dan cenderung hiperbolis.

"Istilah El Nino Godzilla tidak ada dalam khasanah klimatologi yang resmi di dunia dan cenderung hiperbolis. Kategori El Nino hanya El Nino lemah, moderat dan kuat," ujar Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan.

Meski demikian, hasil monitoring BMKG pada Dasarian I Agustus 2026 menunjukkan indeks IOD dasarian sebesar +0,457, dan nilai SSTA di region Nino3,4 sebesar +2,77. Angka ini mengindikasikan El Nino telah mencapai intensitas sangat kuat, serta Indian Ocean Dipole (IOD) berada dalam fase positif. Kondisi ini mendukung berkurangnya curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia, yang berimplikasi pada meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User