Airlangga Sebut Sentimen Investor AS Positif, Ekonomi Indonesia Dianggap Menjanjikan

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan sentimen investor Amerika Serikat terhadap ekonomi Indonesia cukup positif. AS termasuk lima besar sumber FDI. Pemerintah akan mendorong pertumbuhan pada 2027 dengan memperkuat sektor resiliens serta mengembangkan ekspor, investasi, digitalisasi, semikonduktor, dan AI. AmCham Indonesia dan Bank of America menyoroti modal dasar Indonesia seperti pertumbuhan ekonomi dan populasi muda, meski tantangan kebijakan tetap ada.

Oct 06, 2026 - 16:02
Updated: 13 hours ago
0 0
Airlangga Sebut Sentimen Investor AS Positif, Ekonomi Indonesia Dianggap Menjanjikan
Airlangga Sebut Sentimen Investor AS Positif, Ekonomi Indonesia Dianggap Menjanjikan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai kepercayaan investor Amerika Serikat (AS) terhadap prospek perekonomian Indonesia masih kuat. Menurutnya, sentimen positif itu tercermin dari pandangan para pelaku usaha AS yang tetap optimistis menanamkan modal di Tanah Air.

Airlangga menyampaikan hal tersebut dalam acara 14th US-Indonesia Investment Summit yang digelar AmCham Indonesia, Selasa (6/10). Ia menegaskan bahwa AS merupakan salah satu dari lima besar sumber investasi langsung asing atau foreign direct investment (FDI) ke Indonesia.

"Jadi, saya pikir sentimen investor juga cukup yakin dengan ekonomi Indonesia," ujar Airlangga dalam forum tersebut.

Ke depan, pemerintah akan mengarahkan perekonomian untuk mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi pada 2027. Upaya itu dilakukan dengan memperkuat sektor-sektor yang memiliki daya tahan serta meningkatkan kapasitas ekspor dan investasi.

"Kita akan memperkuat sektor-sektor yang tinggi dan mempengaruhi industri yang resiliens, dan mengembangkan kapasitas ekspor dan investasi," kata Airlangga.

Pengembangan tersebut akan didukung oleh digitalisasi, semikonduktor, dan kecerdasan artifisial (AI). Indonesia juga tengah membangun ekosistem ekonomi digital dan data center untuk menangkap peluang investasi di sektor-sektor tersebut.

Di tempat yang sama, Managing Director AmCham Indonesia Donna Priadi menyatakan banyak perusahaan AS telah lama berinvestasi di Indonesia. Bahkan, sejumlah perusahaan Amerika telah beroperasi di Indonesia lebih dari 100 tahun.

"Bahkan, banyak perusahaan Amerika yang sudah berinvestasi di Indonesia dan beroperasi lebih dari 100 tahun lamanya," ujar Donna.

Indonesia Country Executive Bank of America Mira Arifin menambahkan, Indonesia memiliki sejumlah modal dasar yang menarik bagi investor, mulai dari pertumbuhan ekonomi hingga pasar domestik yang besar. Meski demikian, tantangan investasi tetap ada, terutama terkait kebijakan yang dapat berubah.

Kendati begitu, Donna menilai peluang yang ditawarkan Indonesia, khususnya pertumbuhan populasi dan besarnya jumlah penduduk usia muda, tetap menjadi daya tarik bagi perusahaan AS. "Pada akhirnya, investor akan tetap berinvestasi di Indonesia. Karena banyak sekali opportunity, apalagi growth dari population and young population," pungkasnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User