Rupiah Pagi Ini Naik Tipis ke Rp17.916, Analis Sebut Penguatan Masih Terbatas
Nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis ke Rp17.916 per dolar AS pada Selasa pagi, naik 1 poin atau 0,01 persen. Penguatan sejalan dengan mayoritas mata uang Asia. Analis DOO Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah berpotensi menguat, namun terbatas oleh tingginya imbal hasil obligasi AS dan harga minyak mentah dunia. Rupiah diprediksi bergerak di rentang Rp17.850 hingga Rp17.950.
Nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis pada perdagangan Selasa (6/10) pagi. Mata uang Garuda berada di level Rp17.916 per dolar AS, naik 1 poin atau 0,01 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan rupiah ini sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang juga menguat terhadap dolar AS. Yuan China naik 0,02 persen, ringgit Malaysia terapresiasi 0,04 persen, dolar Singapura menguat 0,01 persen, dan yen Jepang naik 0,03 persen.
Sebaliknya, sejumlah mata uang Asia justru melemah. Peso Filipina turun 0,24 persen, won Korea Selatan terdepresiasi 0,22 persen, dan dolar Hong Kong terkoreksi 0,01 persen terhadap dolar AS.
Di pasar mata uang utama negara maju, euro Eropa menguat 0,01 persen dan poundsterling Inggris naik 0,03 persen. Sementara itu, dolar Australia terkoreksi 0,01 persen, franc Swiss melemah 0,04 persen, dan dolar Kanada bergerak datar.
Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong menilai rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang tertekan setelah data aktivitas sektor jasa Amerika Serikat (AS) menunjukkan pelemahan. "Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS yang terkoreksi setelah data ISM Services AS yang lebih lemah," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.
Meski demikian, Lukman mengingatkan bahwa ruang penguatan rupiah masih terbatas. Menurutnya, imbal hasil obligasi AS yang masih tinggi serta kenaikan harga minyak mentah dunia menjadi faktor penahan. "Namun penguatan diperkirakan terbatas oleh masih tingginya imbal hasil obligasi AS dan minyak mentah dunia," katanya.
Pelaku pasar juga masih mencermati sejumlah data ekonomi domestik yang dijadwalkan rilis pekan ini, termasuk cadangan devisa, keyakinan konsumen, dan penjualan ritel. "Investor juga masih wait and see menantikan rilis data ekonomi domestik pekan ini, di antaranya cadangan devisa, kepercayaan konsumen, dan penjualan ritel," ujar Lukman.
Untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.850 hingga Rp17.950 per dolar AS.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)