140 Pedagang Taman Puring Masih Menanti Kejelasan Relokasi ke Lenteng Agung
Sekitar 140 pedagang Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, belum mendapat kepastian soal rencana relokasi ke Lenteng Agung usai kebakaran. Mereka baru mengetahui wacana itu dari media sosial dan menilai lokasi baru terlalu jauh serta berisiko menghilangkan pelanggan tetap. Pedagang berharap pemerintah merevitalisasi kawasan dan menyediakan tempat usaha yang layak.
Rencana relokasi pedagang Pasar Taman Puring ke kawasan Lenteng Agung masih menyisakan tanda tanya. Sekitar 140 pedagang mengaku belum menerima kepastian resmi mengenai lokasi baru tersebut setelah pasar mereka dilanda kebakaran.
Koordinator Pedagang Lapak Taman Puring, Asmun, mengatakan dalam audiensi bersama Wali Kota Jakarta Selatan pada Kamis (22/10), pemerintah hanya menyampaikan akan ada relokasi tanpa menyebut lokasi secara rinci. Informasi soal Lenteng Agung justru diketahui para pedagang dari media sosial.
"Waktu kami audiensi dengan Pak Wali Kota, tidak disebutkan lokasinya di mana. Hanya disampaikan akan ada relokasi. Kami baru tahu dari media sosial bahwa ada perencanaan relokasi ke Lenteng Agung," ujar Asmun saat dihubungi di Jakarta, Minggu.
Dalam pertemuan itu, para pedagang sebenarnya meminta agar tetap bisa berjualan di sekitar kawasan Pasar Taman Puring. Namun, hingga kini mereka belum mendapat jawaban yang pasti mengenai permohonan tersebut.
Asmun menilai Lenteng Agung terlalu jauh dari tempat tinggal sebagian pedagang yang bermukim di sekitar Kebayoran Lama dan Kebayoran Baru. Jarak tersebut dikhawatirkan menambah beban biaya transportasi untuk aktivitas berjualan sehari-hari.
Selain soal jarak, relokasi dinilai berpotensi membuat pedagang kehilangan pelanggan tetap. Nama Pasar Taman Puring yang sudah dikenal lama menjadi modal utama dalam menarik pembeli, sehingga memulai usaha di lokasi baru berarti harus membangun kembali kepercayaan pelanggan dari awal.
"Kalau dimulai dari nol, belum tentu bisa berjalan. Apalagi kondisi ekonomi sekarang juga sedang sulit," kata Asmun.
Ia menyebut jumlah pedagang sebelum kebakaran mencapai lebih dari 500 orang. Setelah peristiwa itu, hanya sekitar 140 pedagang yang masih bertahan karena sebagian kehilangan barang dagangan dan belum dapat kembali berjualan.
Para pedagang berharap pemerintah tetap merealisasikan revitalisasi Pasar Taman Puring sekaligus menyediakan ruang bagi UMKM untuk melanjutkan kegiatan ekonomi. Kawasan Taman Puring juga direncanakan memiliki fungsi ruang publik dan pendidikan melalui kehadiran Microlibrary Taman Puring, proyek yang didanai Ammodo Foundation dan dirancang sebagai ruang belajar inklusif bagi komunitas penyandang disabilitas melalui kolaborasi Pemprov DKI Jakarta, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, serta PT SHAU Architects.
Fasilitas itu dirancang dengan struktur spiral rusuk beton melengkung dan atap hijau, dilengkapi jalur pemandu bagi penyandang disabilitas netra, papan tanda Braille, furnitur ramah pengguna kursi roda, serta ruang sensorik. Di tengah rencana penataan kawasan, para pedagang berharap pemerintah turut mempertimbangkan keberlangsungan mata pencaharian mereka dengan menyediakan tempat berjualan yang layak dan terjangkau.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)