Zuckerberg: AS Tak Perlu Blokir Model AI China
CEO Meta, Mark Zuckerberg, menilai AS tidak perlu memblokir model AI asal China untuk memenangkan persaingan teknologi. Ia mendorong perusahaan AS memperbaiki daya saing. Pernyataan ini muncul saat AS meningkatkan tekanan pada perusahaan China, termasuk larangan impor robot dan inverter daya, serta ancaman sanksi finansial.
CEO Meta, Mark Zuckerberg, menyatakan bahwa pemerintah Amerika Serikat tidak perlu memblokir model kecerdasan buatan (AI) asal China untuk memenangkan persaingan teknologi. Menurutnya, pelarangan model AI canggih dari China bukan solusi efektif untuk memperkuat posisi perusahaan AS.
Zuckerberg justru mendorong perusahaan teknologi AS untuk secara sistematis mengidentifikasi hambatan dan persoalan yang membuat mereka kesulitan bersaing dengan pengembang AI China. Pernyataan ini disampaikan dalam wawancara dengan Financial Times yang diterbitkan pada Selasa (28/7).
Ia menekankan bahwa perusahaan AS perlu memperbaiki daya saingnya alih-alih mengandalkan pemblokiran terhadap pesaing dari China. Pandangan ini muncul di tengah meningkatnya perdebatan di Washington mengenai perkembangan model AI China.
Salah satu model yang menjadi sorotan adalah Kimi K3 buatan Moonshot AI yang berbasis di Beijing. Model tersebut menarik perhatian berkat kemampuan pemrogramannya dan memicu perdebatan mengenai apakah perusahaan China menyalin model AS atau mulai memperkecil kesenjangan teknologi melalui riset mereka sendiri.
Pada saat yang sama, pemerintah AS meningkatkan tekanan terhadap perusahaan teknologi China. Pemerintahan Presiden Donald Trump pada Selasa (28/7) mengumumkan larangan yang menyasar impor robot baru dan inverter daya asal China. Kebijakan itu ditujukan untuk melindungi pembangunan infrastruktur AI AS dari ancaman keamanan nasional sekaligus mendorong produksi industri strategis kembali ke dalam negeri.
Terpisah, Menteri Keuangan AS Scott Bessent memperingatkan bahwa perusahaan China dapat menghadapi sanksi finansial atau dimasukkan ke dalam daftar entitas Departemen Perdagangan AS. Daftar tersebut membatasi akses perusahaan terhadap teknologi asal AS. Ancaman itu berkaitan dengan dugaan pencurian teknologi AS oleh perusahaan China.
Namun, Zuckerberg menilai pemblokiran model AI China tidak akan memberikan keunggulan yang efektif bagi AS.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0