Drone Kini Bukan Sekadar Alat Konten, Satu Perangkat Bisa Kuras Tiga Pekerjaan Industri

Drone kini merambah sektor industri, dari pertambangan hingga penanggulangan bencana. Halo Robotics dan DJI Enterprise menghadirkan DJI Matrice 5T yang menggabungkan kamera pemetaan 50MP dan kamera thermal 1280x1024, sehingga satu perangkat bisa dipakai untuk survei pagi, inspeksi sore, dan patroli malam.

Nov 07, 2026 - 20:01
Updated: 1 day ago
0
Drone Kini Bukan Sekadar Alat Konten, Satu Perangkat Bisa Kuras Tiga Pekerjaan Industri
Drone Kini Bukan Sekadar Alat Konten, Satu Perangkat Bisa Kuras Tiga Pekerjaan Industri

Teknologi drone tidak lagi terbatas untuk fotografi atau produksi konten. Pesawat tanpa awak itu kini dimanfaatkan di berbagai sektor industri, mulai dari pertambangan, perkebunan, ketenagalistrikan, hingga penanggulangan bencana.

Managing Director Halo Robotics Johannes Soekidi menyebut perkembangan teknologi membuat sejumlah pekerjaan yang sebelumnya memerlukan beberapa drone berbeda kini bisa dilakukan dengan satu perangkat. Perusahaan tambang, perkebunan, atau perusahaan listrik, menurut dia, dapat membeli satu drone DJI dan memakainya untuk survei serta pemetaan pada pagi hari, inspeksi aset pada sore hari, dan patroli keamanan pada malam hari.

"Sebelumnya, pekerjaan tersebut membutuhkan dua atau tiga drone yang berbeda," kata Johannes dalam keterangannya, Jumat (6/11). Menurutnya, kemampuan itu berpotensi menekan kebutuhan investasi perangkat sekaligus meningkatkan efisiensi operasional, terutama bagi perusahaan dengan wilayah kerja luas.

Salah satu penerapannya hadir lewat DJI Matrice 5T yang diluncurkan Halo Robotics bersama DJI Enterprise di Indonesia. Drone ini menggabungkan kamera pemetaan beresolusi 50MP dan kamera thermal beresolusi 1280x1024 dalam satu perangkat. Kamera thermal memungkinkan drone mendeteksi perbedaan suhu pada objek, sedangkan kamera pemetaan dipakai mengumpulkan informasi visual suatu wilayah.

Perangkat tersebut juga dilengkapi sistem penentuan posisi Real-Time Kinematic (RTK) dengan akurasi hingga tingkat sentimeter, sensor LiDAR, radar millimeter-wave (mmWave), serta sistem penglihatan omnidirectional. Fitur lainnya mencakup kamera night vision, zoom hybrid hingga 176 kali, dan laser range finder yang mampu mengukur jarak objek hingga tiga kilometer.

Di sektor pertambangan, drone membantu memetakan area tambang, menghitung volume material, dan memantau perkembangan kegiatan operasional. Kombinasi kamera thermal dan kemampuan zoom dapat dipakai memeriksa kondisi peralatan tambang seperti conveyor dan crusher. Pada sektor perkebunan dan kehutanan, drone digunakan untuk memantau batas lahan, kondisi infrastruktur, serta menemukan titik panas yang berpotensi memicu kebakaran.

Teknologi thermal juga berguna di industri ketenagalistrikan untuk mengidentifikasi peningkatan suhu pada peralatan seperti transformator, konektor, dan isolator jaringan listrik. Pemantauan itu membantu petugas mengenali indikasi masalah pada infrastruktur tanpa harus selalu melakukan pemeriksaan dari jarak dekat. Drone juga dapat dimanfaatkan dalam kegiatan konstruksi serta industri minyak dan gas.

Dalam penanggulangan bencana, kombinasi kamera thermal dan night vision membantu tim pencarian dan penyelamatan menemukan korban pada malam hari atau saat jarak pandang terbatas. Vice President of Sales & Marketing DJI Christina Zhang mengatakan pengembangan drone seri Matrice diarahkan untuk mengintegrasikan lebih banyak sensor dan kemampuan komputasi dalam satu perangkat.

DJI Matrice 5T turut dibekali kemampuan kecerdasan buatan (AI) dengan model bawaan yang dapat mendeteksi lebih dari 20 jenis target. Sistem AI tersebut juga memungkinkan pengembangan menggunakan algoritma pihak ketiga untuk menyesuaikan kebutuhan operasional. Dari sisi daya tahan, drone ini memiliki waktu terbang maksimum hingga 59 menit dan ketahanan terhadap angin dengan kecepatan hingga 12 meter per detik.

Perangkat tersebut mengantongi sertifikasi IP55 untuk perlindungan terhadap debu dan semburan air, serta dapat dioperasikan pada rentang suhu minus 20 hingga 50 derajat Celsius. Untuk mendukung pengelolaan operasi dan pengolahan data penerbangan, DJI Matrice 5T dapat diintegrasikan dengan platform DJI FlightHub 2 dan perangkat lunak pemetaan DJI Terra.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User