Menlu Qatar Usul Blok Baru Negara Kecil, Ubah Keterbatasan Wilayah Jadi Kekuatan Global

Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani menggagas pembentukan blok bernama Thriving States atau Negara-Negara yang Berkembang Pesat. Blok ini ditujukan bagi negara kecil yang mampu mengubah keterbatasan wilayah menjadi keunggulan dan berkontribusi pada perdamaian serta kemakmuran global melalui pendekatan kolektif.

Nov 07, 2026 - 20:01
Updated: 1 day ago
0
Menlu Qatar Usul Blok Baru Negara Kecil, Ubah Keterbatasan Wilayah Jadi Kekuatan Global
Menlu Qatar Usul Blok Baru Negara Kecil, Ubah Keterbatasan Wilayah Jadi Kekuatan Global

Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani melontarkan gagasan pembentukan blok baru yang diberi nama Thriving States atau Negara-Negara yang Berkembang Pesat. Usulan itu ditujukan bagi negara-negara berukuran kecil yang berhasil menyulap keterbatasan wilayah menjadi keunggulan.

Dalam pemaparannya, Jassim menilai kelompok negara tersebut memiliki karakter tangkas, stabil, makmur, dan tepercaya. Menurutnya, mereka telah menjadi kontributor penting bagi perdamaian dan kemakmuran global meski tidak memiliki wilayah yang luas.

"Oleh karena itu, saya ingin mengusulkan sebutan yang berbeda untuk kelompok negara tertentu: negara-negara yang tangkas, stabil, makmur, dan tepercaya, yang telah mengubah ukuran wilayah mereka menjadi sebuah keunggulan serta menjadi kontributor penting bagi perdamaian dan kemakmuran global. Saya menyebut mereka sebagai 'Negara-Negara yang Berkembang Pesat'," ujar Jassim, mengutip Anadolu Agency, Sabtu (7/11).

Jassim menegaskan peran besar negara-negara berkembang pesat itu tidak lahir dari inisiatif individu. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil pendekatan kolektif, terstruktur, dan akumulatif yang dijalankan secara berkelanjutan.

Di sisi lain, ia memberikan peringatan serius. Negara-negara kecil, kata Jassim, semakin sering menjadi korban pertama dari konflik yang bukan mereka ciptakan. Kondisi itu membuat posisi mereka rentan meski tidak terlibat dalam sumber perselisihan.

Jassim pun mengakui bahwa negara-negara berkembang pesat tidak mampu menyelesaikan berbagai tantangan tersebut sendirian. Mereka juga tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran negara-negara besar dalam tatanan global.

"Namun, dengan menggabungkan keahlian, kemampuan ekonomi, dan jaringan diplomatik mereka, negara-negara ini dapat membantu membangun serta menjaga rantai perdamaian dan stabilitas bagi dunia," katanya.

Lebih lanjut, Jassim menekankan bahwa negara-negara tersebut tidak bisa menyerahkan tanggung jawab atas stabilitas mereka kepada pihak lain. Sikap pasif, menurutnya, bukan pilihan yang tepat.

"Sejarah dipenuhi oleh jejak mereka yang hanya menjadi penonton pasif; sejarah hanya merayakan mereka yang bertindak untuk membentuk jalannya peristiwa," ujar dia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User