Zigo Rolanda Kawal Proyek Rp154,2 Miliar di Tanah Datar, Minta Pasar Batusangkar Segera Dikosongkan

Anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda mengawal dua proyek infrastruktur di Tanah Datar senilai total Rp154,2 miliar, yakni penanganan lima ruas jalan lewat IJD Rp93,2 miliar dan pembangunan Pasar Serikat C Batusangkar sekitar Rp61 miliar. Ia meminta pemerintah daerah segera mengosongkan lokasi pasar agar proyek bisa masuk tahap pelaksanaan.

Oct 23, 2026 - 12:02
Updated: 1 day ago
0
Zigo Rolanda Kawal Proyek Rp154,2 Miliar di Tanah Datar, Minta Pasar Batusangkar Segera Dikosongkan
Zigo Rolanda Kawal Proyek Rp154,2 Miliar di Tanah Datar, Minta Pasar Batusangkar Segera Dikosongkan

Anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda meninjau dua program infrastruktur strategis di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, dengan total anggaran mencapai Rp154,2 miliar. Kedua program itu adalah penanganan lima ruas jalan melalui Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) senilai Rp93,2 miliar serta rencana pembangunan Pasar Serikat C Batusangkar yang dianggarkan sekitar Rp61 miliar.

Pengawalan dilakukan Zigo saat menjalani reses perseorangan Anggota DPR RI Masa Sidang I Tahun Sidang 2026–2027, Jumat (23/10/2026). Dalam agenda itu, ia meninjau sejumlah lokasi pembangunan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta jajaran balai teknis Kementerian Pekerjaan Umum.

Menurut Zigo, infrastruktur merupakan kebutuhan penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Karena itu, anggaran yang sudah dialokasikan pemerintah pusat harus dikawal agar pelaksanaannya sesuai rencana dan manfaatnya benar-benar dirasakan warga Tanah Datar.

Di sektor jalan, terdapat lima kegiatan penanganan yang terdiri atas tiga ruas jalan provinsi dan dua ruas jalan kabupaten. Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat Elsa Putra Friandi memaparkan total anggaran kelima kegiatan itu mencapai Rp93,2 miliar.

Rinciannya, preservasi Jalan Simpang Bukit Gombak–Simpang Piliang–Batusangkar–Simpang Padang Siminyak sepanjang 5,8 kilometer dengan anggaran Rp18,1 miliar, lalu preservasi Jalan Batusangkar–Simpur–Sungayang sepanjang 5,5 kilometer senilai Rp17,2 miliar. Selanjutnya, penanganan Jalan Simpang Baso–Piladang sepanjang 1,8 kilometer dialokasikan Rp20,3 miliar, preservasi Jalan Guguk Cino–Sitangkai sepanjang 2,48 kilometer mendapat Rp18,2 miliar, serta preservasi Jalan Batas Batusangkar (Bukit Gombak)–Guguk Cino.

Elsa menjelaskan, usulan kegiatan berasal dari Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dan dievaluasi berjenjang oleh BPJN hingga tingkat direktorat sebelum difinalisasi bersama kementerian terkait dan Komisi V DPR RI. Saat ini kelima kegiatan masih menjalani proses pengadaan melalui tender dan mini kompetisi dengan rencana pelaksanaan memakai skema kontrak tahun jamak. Dengan mempertimbangkan keterbatasan waktu efektif tahun anggaran berjalan serta penyelesaian administrasi dan perizinan, BPJN memperkirakan pekerjaan fisik dapat dimulai pada akhir November jika seluruh proses administrasi rampung.

Sementara untuk Pasar Serikat C Batusangkar, Zigo meminta Pemerintah Kabupaten Tanah Datar segera menuntaskan pengosongan lokasi agar proyek yang telah direncanakan sejak 2015 itu bisa masuk tahap pelaksanaan. "Sekarang kita ingin masuk ke tahap pelaksanaan. Tentu, pasarnya harus dikosongkan terlebih dahulu," kata Zigo.

Ia mengingatkan bahwa kesiapan lokasi merupakan faktor penting dalam proses kontrak dan pembangunan. Jika proyek belum terkontrak hingga Mei, anggaran tersebut berpotensi dialihkan sehingga semua pihak diminta bergerak cepat menyelesaikan persoalan yang masih menghambat. Zigo juga mendorong pemerintah daerah, wali nagari, dan dinas terkait segera berkomunikasi langsung dengan para pedagang, bukan sekadar melalui surat, agar mereka memahami rencana pembangunan, tahapan pekerjaan, serta penataan kios. "Kalau bisa, satu atau dua hari ke depan, para pedagang dikumpulkan. Sampaikan bahwa ini merupakan kesempatan besar yang harus dimanfaatkan bersama," ujarnya.

Ia menyebut Pasar Batusangkar saat ini memiliki sekitar 80 kios, sedangkan pasar baru direncanakan menyediakan sekitar 112 kios. Zigo meminta pembahasan pembagian blok kios dilakukan setelah pembangunan fisik selesai. "Bangun dulu pasarnya, baru kita bicarakan pembagian bloknya. Jangan belum dibangun, tetapi sudah ingin membagi-bagi kios," tegasnya. Ia memperkirakan pelaksanaan pembangunan pasar sekitar 12 bulan meski proses administrasinya dapat melintasi dua tahun anggaran.

Dalam rangkaian reses itu, Zigo mengikuti pemaparan program pembangunan bersama pemerintah daerah di Kantor Bupati Tanah Datar. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala BPJN Sumatera Barat Elsa Putra Friandi, Kepala BWS Sumatera V Padang Reski Wahyudi, Kepala Balai Cipta Karya Sumatera Barat Maria Doeni Isa, anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Yogi Pratama dan Zuldafri Darma, Ketua DPRD Kabupaten Tanah Datar Anton Yondra, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Datar Abdurrahman Hadi. Zigo berharap investasi infrastruktur Rp154,2 miliar itu dapat mendorong peningkatan konektivitas, kelancaran mobilitas warga, dan pertumbuhan ekonomi Tanah Datar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User